Jokowi Harap Demo Tolak BBM Naik Berjalan Tertib dan Tidak Anarkis

Merdeka.com - Merdeka.com - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) memicu aksi demonstransi masyarakat di kawasan Jakarta Pusat pada Senin (5/9) kemarin. Istana menyampaikan bahwa sejatinya perbedaan pendapat adalah hal yang wajar.

"Prinsipnya presiden menyampaikan bahwa perbedaan pendapat itu wajar ada yang setuju kenaikan dan tidak setuju," kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media dan Sekretariat Presiden Bey Machmudin di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/9).

Dia mengungkapkan, Presiden Joko Widodo tak masalah masyarakat menggelar demonstransi itu. Soal Jokowi bakal menemui pendemo, Bey tidak menjawab spesifik. Kepala negara hanya berpesan demo dibolehkan asalkan tertib dan tidak anarkis.

"Pak presiden juga menyampaikan kemarin yang penting tertib, tidak anarkis dan juga dalam koridor peraturan yang ada," kata Bey.

Sebelumnya, massa pengunjuk rasa menolak kenaikan harga BBM mendatangi kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jalan Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat pada Senin (5/9) siang.

Pada hari Sabtu (3/9) pemerintah telah memutuskan untuk menaikan harga BBM. Pengumuman itu diumumkan oleh Presiden Jokowi dan sejumlah menteri kabinet kerja. [fik]