Jokowi: Hati-Hati, Jangan Sampai Vaksin COVID-19 Kedaluwarsa

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar vaksin COVID-19 yang ada di provinsi segera digunakan agar tidak kedaluwarsa.

"Bapak Presiden juga menekankan agar tolong hati-hati dengan vaksin kedaluwarsa," kata Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyampaikan pesan Jokowi.

Hal ini Jokowi ingatkan karena ia sudah mendapat laporan vaksin kedaluwarsa di beberapa provinsi. Salah satunya Jawa Tengah.

"Memang perlu diperhatikan agar vaksin jangan sampai kedaluwarsa," pesan Budi dalam update PPKM pada Senin (15/11/2021).

Jika memang sudah hampir dekat dengan tanggal kedaluwarsa sebaiknya vaksin Corona itu segera dialihkan ke provinsi lain yang membutuhkan.

"Kalau sudah dekat-dekat kedaluwarsa bisa mengalihkan ke provinsi lain yang membutuhkan atau alihkan ke TNI POLRI."

Stok Vaksin COVID-19 Aman

Indonesia kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-103, yang tiba Kamis. 28 Oktober 2021 berupa
vaksin Pfizer berjumlah 677.430 dosis. (Dok Amiriyandi/InfoPublik/Kominfo)
Indonesia kedatangan vaksin COVID-19 tahap ke-103, yang tiba Kamis. 28 Oktober 2021 berupa vaksin Pfizer berjumlah 677.430 dosis. (Dok Amiriyandi/InfoPublik/Kominfo)

Budi juga menyampaikan bahwa stok vaksin COVID-19 aman. Hingga hari ini sudah 270 juta vaksin COVID-19 sudah didistribusikan ke 34 provinsi. Dari jumlah tersebut, 206 juta sudah dipakai.

"Jadi, stoknya masih ada 60 juta dosis di kabupaten/kota," katanya.

Saat ini, sudah ada 62 persen yang mendapatkan vaksin COVID-19 dosis pertama dari target 208 juta orang. Sementara itu 40 persen sudah menerima dosis lengkap alias dua suntikan vaksin COVID-19.

"Alhamdulillah sudah 216 juta suntikan yang diberikan ke 130,6 juta orang," katanya.

Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19.

Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Infografis Ibu Hamil Sudah Bisa Dapatkan Vaksin Covid-19. (Liputan6.com/Niman)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel