Jokowi Ingatkan Asean Tetap Waspada Meski Perekonomian Positif saat Dunia Krisis

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan kawasan Asean (Association of South East Asian Nation) untuk tetap waspada meskipun perekonomian diAsean tetap positif saat dunia tengah dilanda gelombang krisis. Hal itu disampaikannya dalam pertemuan pemimpinAsean dengan ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) di Hotel Sokha, Phnom Penh, Kamis (10/11).

"Total GDPAsean masih di atas 3 triliun dolar AS danAsean ekonomi terbesar ke-5 dunia. Dalam situasi guncangan finansial ini, tentu kita semua harus waspada. Kemitraan dunia usaha dan pemerintah harus makin diperkuat. Sektor swasta memiliki peran sangat penting," ungkap Jokowi, Kamis (10/11).

Untuk jangka pendek, Jokowi mendorong untuk memperkuat resiliensi ekonomi Asean. Hal ini memerlukan countermeasures dan kebijakan makroprudensial pemerintah yang adaptif untuk stabilkan keuangan dan stimulasi pergerakan ekonomi.

"Sektor swasta juga harus forward looking, artinya cermat melihat krisis, berhati-hati, tapi bergerak cepat untuk adaptasi. Kecepatan dan ketepatan beradaptasi jadi kunci resiliensi ekonomi Asean," ucapnya.

Sementara itu untuk jangka panjang, kepala negara menekankan pentingnya peningkatan daya saing Asean di mana kuncinya adalah inovasi.

“Inovasi pastikan kita kompetitif di masa depan. Ekonomi digital dan ekonomi hijau adalah masa depan Asean. Ekonomi digital mampu tingkatkan produktivitas dan perluas akses pasar, sementara ekonomi hijau pastikan Asean terus tumbuh dan berkelanjutan,” jelasnya.

Jokowi juga mengemukakan pentingnya sektor UMKM bagi perekonomian Asean. Ada lebih dari 90 persen dunia usaha di kawasan adalah UMKM, di mana di Indonesia sendiri terdapat 65 juta UMKM.

“kemajuan UMKM sangat berdampak pada ekonomi Asean, untuk itu sinergi kita menjadi sangat krusial untuk makin diperkokoh,” kata Jokowi.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam pertemuan tersebut yaitu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi. [ded]