Jokowi Ingatkan Kecepatan 5G Bisa Dimanfaatkan Kelompok Transnasional Radikal

·Bacaan 1 menit
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pidato dari Istana Negara Jakarta pada KTT Developing Eight (D-8) yang digelar di Dhaka, Bangladesh, 8 April 2021. (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengingatkan ideologi transnasional semakin meningkat dan memasuki berbagai lini kehidupan masyarakat dengan berbagai cara dan strategi. Terlebih, dengan hadirnya koneksi 5G yang dapat dimanfaatkan kelompok transnasional radikal menyebarkan ideologinya.

"Ketika konektivitas 5G melanda dunia maka interaksi antar dunia juga semakin mudah dan cepat. Kemudahan ini bisa digunakan oleh idiolog-idolog transnasional radikal untuk merambah ke semua pelosok Indonesia ke seluruh kalangan dan ke seluruh usia tidak mengenal lokasi dan waktu," jelas Jokowi saat menjadi Inspektur Upacara Hari Lahir Pancasila dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Senin (1/6/2021).

Menurut dia, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memang mempengaruhi susunan kontestasi ideologi. Belum lagi, revolusi industri 4.0 menyediakan berbagai kemudahan dalam berdialog, berintaraksi dan berorganisaisi dalam skala besar lintas negara.

"Kecepatan ekspansi idiologi radikal bisa melampaui standar normal ketika memanfaatkan disrupsi teknologi ini," kata Jokowi.

Pancasila Jadi Fondasi

Untuk itu, Jokowi menilai diperlukan pendalaman nilai-nilai Pancasila dengan cara yang luar biasa untuk menghadapi tantangan tersebut. Dia menekankan Pancasila harus menjadi fondasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Menghadapi semua ini perluasan dan pendalaman nilai-nilai Pancasila tidak bisa dilakukan dengan cara-cara biasa, diperlukan cara-cara baru yang luar biasa, memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terutamarevolusi industri 4.0," ujar Jokowi.

Disisi lain, dia mengajak semua elemen masyarakat menjadikan peringatan Hari Lahir Pancasila sebagai momentum untukmemperkuat nilai-nilai Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan dalam bernegara. Jokowi menilai tantangan yang akan dihadapi Pancasila kedepannya akan semakin berat.

"Globalisasi dan interaksi antarbelahan dunia tidak serta merta meningkatkan kesamaan pandangan dan kebersamaan. Yang harus kita waspadai adalah meningkatnya rivalitas dan kompetisi, termasuk rivalitas antarpandangan, rivalitas antar nilai, dan rivalitas antarideologi," tutur Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel