Jokowi Ingatkan soal Kelangkaan Pupuk, Erick Thohir: Stok Dalam Negeri Cukup

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN ), Erick Thohir menjamin stok pupuk subsidi di Indonesia mencukupi untuk mendukung ketahanan pangan nasional. Hal ini sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo terhadap jajarannya untuk memastikan pasokan pangan nasional di tengah ketegangan geopolitik dunia.

Erick mencatat, stok pupuk bersubsidi PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk jenis Urea dan NPK mencapai 720.552 ton per 15 November 2022. Rinciannya pupuk Urea sebanyak 437.770 ton dan pupuk NPK sebanyak 282.782 ton.

"Sudah pasti kami mengamankan ketersediaan pupuk bersubsidi sesuai amanat konstitusi. Pupuk bersubsidi ini siap didistribusikan kepada petani yang terdaftar dalam kelompok tani dan elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK)," kata Erick dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (16/11).

Untuk memastikan penyaluran, Pupuk Indonesia didukung dengan fasilitas distribusi yang lengkap. Fasilitas ini terdiri dari 3 unit pengantongan pupuk (UPP) di Semarang, Cilacap, dan Banyuwangi, 9 unit Distribution Center (DC) di Makassar (3 unit), Medan (2 unit), Dumai, Surabaya, Celukan Bawang, dan Lembar.

"Kemudian 590 gudang dengan kapasitas 2,5 juta ton, serta memiliki jaringan 1.100 lebih distributor dan 28.000 lebih kios resmi," kata Erick.

Selain penyediaan pupuk bersubsidi, Pupuk Indonesia juga terus meningkatkan ketersediaan pupuk dengan memperluas kios pupuk non-subsidi. Saat ini kios pupuk non-subsidi jaringan Pupuk Indonesia telah beroperasi di sejumlah provinsi, seperti Bali, Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Lampung, Sumatera Selatan, Riau, SumateraUtara, hingga Aceh.

"Program pupuk non subsidi juga bertujuan untuk memajukan usaha dan kesejahteraan petani. Jika produktivitas meningkat dan hasil pertanian terserap maksimal,maka kesejahteraan petani dapat meningkat dan stok pangan nasional juga terjaga," ujar Erick.

Jokowi Minta Kelangkaan Pupuk Jangan Dianggap Sepele

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meminta masalah kelangkaan pupuk agar mendapatkan titik terang dalam pertemuan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Masalah pupuk ini tidak boleh dipandang sebelah mata, karena dampaknya sangat besar bagi kesejahteraan masyarakat dunia.

"Masalah pupuk jangan disepelekan," kata Jokowi saat membuka KTT G20 di Hotel Kempinski, Bali, Selasa (15/11).

Di depan para kepala negara dan pemimpin negara G20, Jokowi meminta masalah pupuk ini bisa segera diselesaikan. Pupuk harus tersedia dengan harga terjangkau.

"Jika tidak, maka 2023 akan menjadi tahun yang lebih suram," ungkap Jokowi.

Dampak terburuk dari kelangkaan pupuk ini bisa menyebabkan krisis pangan di dunia. Sebab sektor pertanian bisa mengalami gagal panen karena tidak ada pupuk.

"Kelangkaan pupuk akan mengakibatkan gagal panen di berbagai belahan dunia," katanya. [idr]