Jokowi Ingin Ada Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata

Raden Jihad Akbar, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi buka suara untuk merespons laporan Badan Pusat Statistik yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal II 2020 minus 5,32 persen. Jokowi menyoroti sektor pariwisata dan penerbangan yang paling terpuruk selama pandemi Virus Corona atau COVID-19.

"Angka yang saya peroleh di triwulan yang kedua tahun 2020 wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia mencapai 482 ribu dan ini turun 81 persen. Artinya memang turunnya terkontraksi sangat dalam," kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Kamis 6 Agustus 2020.

Jokowi berpendapat, momentum ini tepat untuk mengkonsolidasikan sektor usaha di bidang penerbangan dan pariwisata. Ia ingin, ada penataan lebih baik lagi rute penerbangan baik yang ke luar atau pun ke dalam negeri.

"Yang perlu saya tekankan yang pertama saya melihat bahwa airline hub yang kita miliki terlalu banyak terlalu banyak dan tidak merata. Jadi ini agar kita lihat lagi saat ini terdapat 30 Bandara Internasional. Apakah diperlukan sebanyak ini," ujarnya.

Holding BUMN penerbangan dan perisiwata

Karena itu Jokowi mengatakan penggabungan holding Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di sektor penerbangan dan pariwisata bisa jadi solusi. Secara khusus, hal itu dibicarakan pada rapat terbatas.

Baca juga: 5 Hal Ini Perlu Tahu Soal Pekerja Bakal Dapat Rp600 Ribu per Bulan

Menurut Jokowi niat penggabungan yang menginduk ke satu perusahaan agar adanya transformasi bisnis yang lebih efektif dan efisien. Sedianya wacana induk BUMN Pariwisata dan Penerbangan juga pernah diwacanakan pada periode lalu.

"Kemungkinan penggabungan BUMN penerbangan dan pariwisata sehingga arahnya menjadi semakin kelihatan. Sehingga next pandemi, fondasi ekonomi di sektor pariwisata dan transportasi akan semakin kokoh dan semakin baik dan bisa berlari lebih cepat lagi," kata Jokowi.

Menurut dia, sektor pariwisata masih kurang fokus menggarap para pelancong untuk datang. Salah satunya, yang disampaikan Jokowi adalah pengelola bandara yakni Angkasa Pura. Ia ingin, bandara di Indonesia menjadi titik penghubung bagi wisatawan asing yang datang ke Tanah Air.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga berpesan agar ekosistem pariwisata lebih terintegrasi. Artinya, ia meminta mulai dari hulu di sektor penerbangan dan bandara sebagai daya dukung tersambungnya dengan destinasi wisata.

"Tersambung dengan manajemen hotel dan perjalanan dan bahkan sampai kepada manajemen dari produk-produk lokal dan industri kreatif yang kita miliki," lanjut Jokowi. (ren)