Jokowi Ingin NU dan Muhammadiyah Bantu Sosialisasi Vaksin COVID-19

Hardani Triyoga, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo meminta jajaran menteri terkait agar menyiapkan strategi komunikasi yang tepat untuk pengadaan vaksin COVID-19. Ia meminta Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyiapkan tim khusus untuk menangani hal ini.

Jokowi menekankan demikian agar mencegah disinformasi di tengah masyarakat. Pun, juga untuk meredam penyebaran informasi tak benar alias hoaks.

"Dijelaskan secara komperehensif terhadap publik mengenai manfaat vaksin dan peta jalan pelaksanaan vaksinasi sehingga tidak terjadi disinformasi dan penyebaran berita hoaks dari berbagai platform di media yang ada. Saya minta ini timnya pak Menteri BUMN disiapkan lagi mengenai strategi komunikasi ini, di-backup dibantu oleh Menkominfo," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas di Istana Merdeka Jakarta, Senin 26 Oktober 2020.

Baca Juga: Pengadaan Vaksin COVID-19, Jokowi: Jangan Timbul Persepsi Terburu-buru

Jokowi juga meminta strategi komunikasi ini melibatkan organisasi kemasyarakatan atau ormas agama dan lembaga resmi seperti Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah. Tujuannya agar menjelaskan manfaat dan keamanan vaksin ketika disuntikkan ke masyarakat.

"Dan meyakinkan umat mengenai kehalalan vaksin," ujar Jokowi.

Terkait strategi komunikasi, sebetulnya Jokowi pada hari ini pun sempat menyinggung capaian pemerintah dalam penanganan COVID-19 yang terpublikasikan secara luas ke masyarakat.

Sebelumnya, Jokowi juga meminta para menteri fokus membantu pengadaan dan pelaksanaan vaksin COVID-19 untuk masyarakat. Ia mengatakan pentingnya semua aspek diperhatikan termasuk keamanan dan efektivitas pelaksanannya.

Jokowi mengingatkan agar jangan sampai ada persepsi terburu-buru terkait pengadaan vaksin di masyarakat.

"Keamanan itu artinya kalau disuntik itu betul-betul memang sudah melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar. Karena kalau tidak ada satu saja yang bermasalah nanti bisa akan menjadikan ketidakpercayaan masyarakat terhadap upaya vaksinasi ini," kata Jokowi, Senin 26 Oktober 2020. (ren)