Jokowi Ingin Semua Transportasi Massal Serba Listrik

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi punya mimpi besar terhadap transportasi massal di Tanah Air. Saat meresmikan Kereta Rel Listrik pertama rute Yogyakarta-Solo, pesan itu disampaikan Presiden yang turut disaksikan sejumlah pejabat negara.

Jokowi ingin transportasi massal ke depan ramah lingkungan sehingga mengurangi emisi karbon. Seperti kereta api yang saat ini sudah berbasis listrik.

"Kita ke depan harus semuanya mengarah kepada kereta, transportasi massal yang ramah lingkungan juga kendaraan-kendaraan, semuanya ke depan harus ramah lingkungan yaitu listrik," kata Jokowi saat di lokasi peresmian Stasiun Tugu Yogyakarta, Senin 1 Maret 2021.

Selain ramah lingkungan, kata Kepala Negara, penggunaan listrik sebagai energi untuk transportasi juga menekan biaya operasional. Sekadar gambaran, kereta berbasis listrik untuk pertama kalinya berada di Kota Pelajar tersebut menggantikan kereta Prambanan Ekspres atau Prameks dengan tujuan yang sama. Laju KRL sekarang pula disebut lebih cepat dibanding kereta sebelumnya yang menggunakan bahan bakar solar.

"Ini sebuah efisiensi yang sangat bagus sekali," kata dia.

Dalam peresmian itu, juga tampak hadir Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

KRL Yogja-Solo akan sangat membantu mobilitas warga, baik dari dua wilayah tersebut. Dalam pengoperasiannya berdasarkan catatan yang dihimpun VIVA, KRL akan melayani 20 perjalanan dan berhenti di 11 stasiun sepanjang 59,337 kilometer.

Jika situasi normal, dengan jumlah 4 kereta di setiap satu rangkaian, KRL pada masa normal dapat melayani 1.600 orang dalam satu kali perjalanan. Namun pada masa pandemi ini, KAI Commuter mengaturnya yakni hanya dipenuhi sebanyak 74 penumpang per kereta/gerbong.

Baca juga: Momen Kocak Jokowi Ledek Ganjar saat Coba KRL Yogya-Solo