Jokowi Ingin Wakaf Digunakan untuk Kurangi Ketimpangan Sosial

·Bacaan 1 menit
Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberi sambutan saat meresmikan Bank Wakaf Mikro di Serang, Banten, Rabu (14/3). Ini merupakan program pemberian aset-aset negara kepada baik ormas, pesantren, atau individu. (Liputan6.com/Pool/Biro Setpres)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengungkap potensi wakaf di Indonesia sangat besar yaitu mencapai Rp 2.000 triliun. Baik wakaf benda tidak bergerak dan bergerak maupun dalam bentuk uang.

"Potensi wakaf sangat-sangat besar di negara kita. Potensi aset wakaf per tahun mencapai Rp 2.000 triliun, dan potensi wakaf uang bisa menembus angka Rp 188 triliun," kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang dan Brand Ekonomi Syariah, Senin (25/1/2021).

Untuk itu, dia ingin pemanfaatan wakaf lebih diperluas lagi sehingga tak lagi untuk tujuan ibadah. Namun, juga bisa dikembangkan untuk sosial ekonomi yang dapat mengurangi angka kemiskinan dan ketimpangan sosial dalam masyarakat.

Jokowi menekankan pentingnya peluncuran Gerakan Nasional Wakaf Uang untuk meningkatkan kepedulian serta literasi masyarakat terhadap ekonomi dan keuangan syariah. Selain itu, sebagai upaya memperkuat kepedulian dan solidaritas mengatasi kemiskinan serta ketimpangan sosial di Indonesia.

"Sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, sudah saatnya kita memberikan contoh, praktik pengelolaan wakaf yang transparan, yang profesional, yang kredibel, yang bisa dipercaya, dan dapat memberikan dampak produktif bagi kesejahteraan dan pemberdayaan ekonomi umat Islam," jelas Jokowi.

"Sekaligus memberikan upaya signifikan dalam menggerakan ekonomi nasional kita, khususnya di sektor UMKM," sambungnya.

Ekonomi Syariah

Disisi lain, dia menilai bahwa ekonomi syariah masih memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Pasalnya, ekonomi syariah saat ini tak hanya dijalankan oleh negara dengan mayoritas penduduk Muslim.

Menurut dia, Jepang, Thailand, Inggris, hingga Amerika Serikat juga menjalankan ekonomi syariah. Oleh sebab itu, Indonesia harus dapat menangkap peluang tersebut.

"Kita harus menangkap peluang ini dengan mendorong percepatan, mendorong akselerasi pengembangan ekonomi dan keuangan syariah nasional," ujar Jokowi.

Saksikan video pilihan berikut ini: