Jokowi Jamu PM Malaysia dengan Rendang hingga Dendeng Batokok

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVAPresiden Jokowi menghidangkan makanan khas nusantara ketika menjamu Perdana Menteri (PM) Malaysia Muhyiddin Yassin di Istana Merdeka, Jakarta. Sejumlah makanan disiapkan tim protokol Istana Kepresidenan.

Mulai dari rendang hingga ikan kuah. Selain itu juga ada soto padang, gulai paku ibu tumbuk, ayam kalio, dendeng batokok dan gulai ikan kerapu.

"Tentunya menu request dari beliau-beliau, itu rendang, khas Indonesia. Yang tentunya harus dinikmati oleh tamu negara," kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, saat memberi keterangannya kepada wartawan, Jumat 5 Februari 2021.

Heru mengatakan, menu khas Nusantara tentunya disiapkan usai dua pimpinan negara beserta delegasinya menjalani salat Jumat. "Menu-menu lainnya yang semuanya bernuansa panas, hangat," kata Heru.

Heru juga menambahkan, pihaknya tetap mengikuti protokol kesehatan, mulai dari acara penyambutan hingga jamuan yang disiapkan.

"Semuanya sudah tersaji di meja makan, semuanya sudah tersterilisasi. Ada garpu, piring, segala macam, kami siapkan dari tempat yang steril, pemanas. Nanti masing-masing mengambil sendiri. Itu kondisi yang khas pada saat protokol kesehatan," tutur Heru.

Baca juga: Masuk Deretan 21 Heroes 2021, Anies: Pengakuan Ini Buat Kita Semua

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menyambut baik kehadiran PM Malaysia Muhyiddin Yassin di Istana Merdeka, Jakarta. Ia menegaskan bahwa Malaysia sama dengan Indonesia yang identik dengan bangsa serumpun.

"Indonesia dan Malaysia adalah negara tetangga dekat dan serumpun. Dan Malaysia juga merupakan salah satu mitra penting Indonesia di bidang perdagangan, di bidang investasi, bidang pariwisata dan sosial budaya," kata Jokowi saat menyampaikan keterangan pers usai pertemuan dengan Yassin.

Jokowi mengatakan, hubungan yang sudah baik ini tentunya akan diperkuat melalui komunikasi di semua tingkat. Jokowi juga mengapresiasi kebijakan perlindungan WNI bagi pekerja migran di Negeri Jiran.

"Terutama selama pandemi dan saya kembali menitipkan WNI di Malaysia kepada pemerintah Malaysia dan terkait perlindungan pekerja migran Indonesia, saya menekankan pentingnya penyelesaian pembuatan MoU-MoU (perjanjian) baru mengenai penempatan dan perlindungan pekerja domestik Indonesia di Malaysia," kata Jokowi.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyinggung mengenai bisnis kelapa sawit. Sebagai negara yang sama-sama menjadi produsen minyak sawit terbesar, Jokowi ingin adanya kekompakan dari kedua negara, Indonesia-Malaysia melawan diskriminasi dari Komisi Uni Eropa.