Jokowi: Jangan Bermental Terjajah, Indonesia Raih Kemerdekaan Lewat Perjuangan

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta bangsa Indonesia jangan memiliki mental terjajah, inferior, dan inlander. Menurut dia, hal seperti itu yang membuat Indonesia tidak bisa menjadi bangsa yang maju di mata dunia.

"Saya tidak ingin mental inferior, mental inlander, mental terjajah, masih ada yang bercokol di dalam mentalitas bangsa kita, ketemu bule saja kaya ketemu siapa saja, sedih kita, kita terlalu dongak, padahal sama-sama makan nasi juga," kata Jokowi saat menghadiri puncak acara HUT ke-10 Partai Nadem, Kamis (11/11/2021).

Jokowi tidak menampik, bisa saja mental terjajah yang dirasakan adalah dampak dari penjahan Indonesia selama 350 tahun. Namun dia mengingatkan, bahwa Indonesia saat ini adalah bangsa yang merdeka dan sudah memasuki usia ke-76.

"Memang kita sadar kita dijajah, 350 tahun dijajah, sehingga saya berpikir apakah terjajah terlalu panjang memunculkan DNA yang seperti itu, meskipun sudah 76 tahun merdeka, DNA itu yang buat saya kepikiran," tutur Jokowi.

Kemerdekaan Didapat dari Perjuangan

Jokowi ingin, bangsa dan masyarakat Indonesia bisa bangga atas bangsanya sendiri. Sebab, kemerdekaan Indonesia diraih atas nama perjuangan dan bukan diberikan dengan cuma-cuma.

"Merdeka kita pun lewat perjuangan panjang bukan diberi. Jangan kita punya mental terjajah dari DNA yang diturunkan karena 350 tahun kita terjajah," Jokowi menandasi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel