Jokowi : Jangan Berprasangka Buruk Soal Kebakaran DKI

Jakarta (ANTARA) - Calon Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo atau Jokowi mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berprasangka buruk mengenai penyebab kebakaran yang sering terjadi di Jakarta beberapa waktu belakangan ini.

"Jangan berprasangka, tidak baik," kata Jokowi saat mengunjungi warga Jelambar di Jakarta Barat, Jumat.

Namun, Jokowi membenarkan lokasi-lokasi kebakaran merupakan tempat dimana banyak pendukungnya tinggal.

Pria yang masih menjabat sebagai Wlikota Solo ini mengimbau warga DKI Jakarta untuk meningkatkan penjagaan keamanan rumah untuk mencegah terjadinya kebakaran.

Jokowi sempat membagi saran kepada warga untuk menanggulangi musibah kebakaran.

"Masyarakat harus waspada kalau keluar rumah, cek dulu gasnya, regulator, dan juga waspada dengan korsleting listrik," katanya.

Selain itu, dia menekankan pemberdayaan masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran. Pemberdayaan masyarakat ini, menurut Jokowi, terkait keadaan Jakarta yang sering menyulitkan petugas pemadam kebakaran untuk segera sampai ke lokasi kejadian.

"Karena di Jakarta, pemadam kebakaran berat, sulit menuju lokasi, perlu `jurus` dari masyarakat untuk tangani kebakaran" katanya


Namun, dia masih enggan menjelaskan secara konkret mengenai "jurus" penanganan kebakaran tersebut. Dia menginsyaratkan akan memberi penjelasan lebih lanjut mengenai "jurus" penanganan kebakaran tersebut dalam beberapa hari kedepan


"Nanti dalam satu atau dua hari ke depan saya akan beritahukan tips untuk menangani kebakaran," ujarnya.

Kebakaran ini, merupakan salah satu permasalahan DKI Jakarta yang menurut Jokowi harus segera diselesaikan dan mempunyai program terkait pemecahan masalahanya.

Jokowi dan pasangannya Basuki Tjahja Purnama akan bersaing dengan calon gubernur petahana Fauzi Bowo dan Nachrowi Ramli pada pilkada putaran dua pada 20 September 2012.

Terkait kebakaran, sebelumnya, Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya (Polda Metro Jaya) mencatat terjadi 66 kasus kebakaran selama bulan Ramadan sejak 21 Juli hingga 20 Agustus di wilayah DKI Jakarta.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.