Jokowi: Jangan Merasa Paling Benar, Paling Agamis dan Pancasilais

Daurina Lestari, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVAPresiden Jokowi menyindir pihak-pihak yang mengatasnamakan demokrasi demi pembenaran suatu atas pemahamannya. Bagi Presiden, demokrasi sedianya menjamin perbedaan pendapat namun di sisi lain juga menghargai pendapat orang lain.

"Jangan ada yang merasa paling benar sendiri, dan yang lain dipersalahkan. Jangan ada yang merasa paling agamis. Jangan ada yang merasa paling Pancasilais sendiri," kata Jokowi saat berpidato di Sidang Tahunan MPR berbarengan sidang bersama DPR dan DPD dalam rangka HUT ke-75 Republik Indonesia di Gedung Nusantara Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat 14 Agustus 2020.

“Semua yang merasa paling benar dan memaksakan kehendak, itu hal yang biasanya tidak benar,” kata Jokowi. Presiden bersyukur, masih banyak masyarakat menyadari indahnya kemajemukan dan perbedaan.

Baca juga: Jokowi Paparkan Strategi RI Raih Kemandirian Energi

"Penuh toleransi dan saling peduli, sehingga masa-masa sulit sekarang ini bisa kita tangani secara baik," ujar Presiden.

Untuk itu, Jokowi mengajak seluruh elemen masyarakat bersatu. Negara yang kuat, kata Jokowi, kalau masyarakatnya bersatu demi satu tujuan bersama.

"Tujuan besar tersebut hanya bisa dicapai melalui kerja sama seluruh komponen bangsa dengan gotong royong, saling membantu, dan saling mengingatkan dalam kebaikan dan tujuan yang mulia," tutur Jokowi. (art)