Jokowi Kagum Desain Universitas Pelita Harapan

TEMPO.CO, Jakarta - Kehadiran Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo ke Universitas Pelita Harapan disambut meriah oleh ratusan pelajar dan mahasiswa. Tiba pukul 07.35 pria yang akrab disapa Jokowi ini diterima langsung oleh pimpinan kampus dengan diiringi tarian selamat datang khas Betawi.

Mengenakan kemeja lengan panjang berwarna putih yang dilipat, Jokowi dielu-elukan oleh para mahasiswa yang memegang papan dan kertas berisi ucapan dukungan dan selamat datang. Beberapa banner dengan latar belakang gambar Jokowi dan tulisan Jakarta Baru, Indonesia Baru tersebar di sudut-sudut taman.

Masuk ke bagian dalam kampus, Jokowi lantas berbincang dengan beberapa mahasiswa. Tak berapa lama, begitu melangkah ke bagian kantin, mantan Wali Kota Solo ini berjabatan tangan dengan politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Maruar Sirait. Bersama para pimpinan kampus, Jokowi kemudian menikmati sarapan dan minuman hangat.

Dalam kuliah umumnya di hadapan ribuan siswa dan mahasiswa UPH, Jokowi terkejut dengan suasana di kampus yang berdiri di kawasan Karawaci, Tangerang. "Saya kaget kok ada kampus seperti ini yang tata ruang dan desainnya bagus," ucapnya, Kamis 11 April 2013.

Ia memuji keadaan kampus di UPH dan meminta kepada para mahasiswa untuk serius menjalani pendidikan. "Karena masih banyak anak-anak di Jakarta yang belum punya akses ke perguruan tinggi," kata Jokowi.

Kedatangan Jokowi sendiri ke UPH dalam rangka memberikan kuliah umum terkait dengan pengelolaan Jakarta. Ia menegaskan dalam lima tahun ke depan Jakarta akan fokus kepada pengelolaan transportasi massal, pembangunan rumah susun sewa sederhana, pendidikan, serta kesehatan. "Semua bisa dikerjakan asalkan fokus," kata dia.

ADITYA BUDIMAN

Topik terpopuler:

Sprindik KPK | Partai Demokrat | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo |Nasib Anas

Berita lainnya:

Kronologi Penangkapan Penyidik Pajak Pargono 

Kisah 'Memalukan' Persibo Bojonegoro di Hong Kong 

Pembalap Asep Hendro Pekerjakan Pemuda Garut 

Video 'Damai' di Bea Cukai Bali Muncul di YouTube 

Buat Akun Twitter, SBY Belum Targetkan Followers

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.