Jokowi: Kalau Perubahan Tidak Diikuti, Kita Bakal Jauh Tertinggal

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Jokowi menekankan pentingnya untuk terus meningkatkan keterampilan diri (skill) yang dimiliki. Terlebih, di zaman yang penuh kompetesi saat ini dimana keterampilan sangat diutamakan dalam bekerja.

"Dalam zaman yang penuh dengan kompetisi seperti ini, kalau keterampilan kita, skill kita tiap hari tidak kita perbaiki, perbaiki, perbaiki, hilang kita," ujar Jokowi saat memberikan pengarahan kepada peserta kartu prakerja di Istana Negara Jakarta, Rabu (17/3/2021).

"Tahu-tahu kok saya kehilangan pekerjaan? Ya karena skil-nya, yang lain memperbaiki skil, memperbaiki keterampilan dan kita tidak," sambungnya.

Jokowi mengingatkan bahwa saat ini dunia memasuki era dimana perubahan terjadi begitu cepat. Jokowi mengatakan masyarakat mau tak mau harus mengikuti perubahan ini apabila tak mau tertinggal.

"Kalau perubahan ini tidak diikuti, ya tahu-tahu kita, loh temen saya udah jauh banget kok kita masih di sini. Karena dia memperbaiki keterampilannya, meningkatkan keterampilannya, meningkatkan skilnya, dan kita tidak," jelas dia.

Berdadarkan hasil survei, kata Jokowi, program kartu prakerja yang disediakan pemerintah efektif meningkatkan keterampilan kerja pesertanya. Para peserta dapat memilih satu dari 1.700 program pelatihan yang ditawarkan oleh 165 lembaga pelatihan.

"Peserta secara bebas dipersilakan untuk memilih mana yang dipilih sesuai dengan minat dan mungkin talenta yang dimiliki," ucap Jokowi.

5,5 Juta Orang Ikuti Program Kartu Prakerja

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pendaftar kartu Prakerja mencapa 55,6 juta orang yang berasal dari 514 Kabupaten atau kota di 34 Provinsi per Maret 2021.

Dari jumlah pendaftar, ada 5,5 juta orang telah terpilih sebagai peserta program kartu prakerja.

"Nah di sini yang pesertanya termasuk perempuan penyandang disabilitas dari Daerah Tertinggal dan peserta dengan pendidikan SD, SMP, Lansia, dan Pekerja Migran Indonesia, mayoritas tidak bekerja berusia muda, terdidik dan belum pernah mengikuti kursus," tutur Airlangga.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: