Jokowi ke Anies: Ini Target yang Sangat Ambisius

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo, memberi pekerjaan rumah untuk Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Yakni agar sebanyak 7,5 juta warga Ibu Kota harus sudah divaksinasi COVID-19 hingga akhir Agustus mendatang.

Hal itu disampaikan Jokowi saat meninjau vaksinasi massal di Rumah Susun Tanah Tinggi, Jakarta Pusat. Ikut hadir Anies dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.

"Saya juga tadi telah menyampaikan kepada Gubernur DKI untuk nanti di akhir Agustus, target 7,5 juta penduduk di Jakarta harus sudah tervaksinasi. Ini memang target yang sangat ambisus," kata Jokowi di lokasi, Senin 14 Juni 2021.

Baca juga: Jokowi Kasih Target ke Anies 100 Ribu Vaksinasi Per Hari

Senin ini, Jokowi meninjau tiga tempat vaksinasi. Pagi tadi di Stadion Candrabagha Kota Bekasi. Lalu dua tempat di Jakarta yakni kawasan Waduk Pluit Jakarta Barat, dan di Tanah Tinggi, Johar Baru, Jakarta Pusat.

Pada kesempatan sebelumnya juga, Jokowi meminta kepada Anies supaya pekan depan vaksinasi per hari di Jakarta sudah bisa dilakukan untuk 100 ribu warga. Pernyataan itu disampaikan di Waduk Pluit, Jakarta Utara.

Menurut Kepala Negara, imunisasi untuk menangkal virus Corona harus dipercepat agar terciptanya kekebalan komunal atau herd immunity.

"Ini adalah kawasan padat (Tanah Tinggi) yang interaksi antar masyarakatnya sangat tinggi, sehingga diberikan prioritas untuk diberi vaksinasi," kata mantan Gubernur DKI itu.

"Bayangkan kalau di rusun ini satu saja ada yang yang terkena, menyebarnya akan cepat sekali. Sehingga vaksinasi sangat diperlukan di kawasan ini," sambung Presiden.

Diberitakan sebelumnya, Jumat 11 Juni kemarin, satu juta vaksin dari produsen Sinopharm tiba di Tanah Air yang merupakan kedatangan vaksin tahap ke-16.

Vaksin dibawa menggunakan Pesawat angkut Garuda Indonesia yang dikemas dalam 26 isolation box berukuran 110cm x 100cm x 157cm. Estimasi berat keseluruhan kargo: 10.244 kg. Dengan tambahan 1 juta dosis ini, pemerintah telah memperoleh dua juta dosis vaksin yang digunakan untuk vaksinasi Gotong Royong tersebut.

Kedatangan vaksin itu berentetan. Kamis malam sebelumnya juga telah datang 1.504.800 dosis vaksin dari AstraZeneca melalui jalur multilateral, COVAX Facility. Sejauh ini, Pemerintah Indonesia telah mengamankan 94.728.400 dosis vaksin, dengan rincian vaksin Sinovac (84.500.000 dosis), AZ COVAX Facility (8.228.400 dosis) dan Sinopharm (2 juta dosis).

Indonesia saat ini menggunakan tiga jenis vaksin, yaitu Sinovac, AstraZeneca, dan Sinopharm. Ketiga vaksin itu telah memperoleh Emergency Use Listing atau EUL dari WHO, hingga telah memenuhi persyaratan internasional dalam hal kualitas, keamanan, dan efektivitasnya untuk digunakan pada masa darurat Kesehatan. Pemerintah terus berupaya memenuhi kebutuhan vaksinasi dalam negeri setidaknya 181,5 juta orang guna mencapai herd immunity.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel