Jokowi: Kebocoran Data Akibat Kejahatan Cyber Berpotensi Rugikan Ekonomi USD 5 T

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyebut bahwa kebocoran data akibat kejahatan cyber berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga USD 5 triliun di 2024. Oleh karena itu, diperlukan lingkungan digital yang aman dari serangan cyber.

"Hoax dan perundungan cyber dapat memecah persatuan dan mengancam demokrasi. Kebocoran data akibat kejahatan cyber berpotensi menimbulkan kerugian ekonomi hingga USD 5 triliun pada tahun 2024," ungkap Jokowi dalam pembukaan puncak KTT G20 Indonesia hari kedua yang dilaksanakan di Bali, Rabu (16/11).

Untuk itu, Jokowi menegaskan bahwa keamanan digital dan perlindungan privasi harus dijamin. Maka, G20 ini harus mampu membangun kepercayaan sektor digital termasuk melalui tata kelola digital global.

Jokowi mengatakan, pemulihan ekonomi dunia tidak akan terjadi jika situasi tidak membaik. Semua pemimpin memiliki tanggung jawab untuk memastikan situasi global yang kondusif bagi masa depan dunia.

"Ekonomi digital adalah kunci masa depan ekonomi dunia sebagai pilar ketahanan di masa pandemi menyumbang 15,5 persen PDB global, buka peluang masyarakat kecil menjadi bagian dari rantai pasok global," ujarnya.

Dorong Transformasi Digital

Sebagai Presiden G20, Indonesia mendorong transformasi digital untuk mempercepat pemulihan global. Di sisi lain, tahun ini G20 juga mendorong pengembangan startup potensial melalui digital innovation network.

Ada beberapa hal yang menjadi fokus Jokowi dalam membangun ekonomi digital tingkat global. Pertama, kesetaraan akses digital.

Tercatat, ada 2,9 miliar penduduk dunia belum terhubung ke internet, termasuk 73 persen penduduk negara berkembang. Infrastruktur digital juga belum merata, di mana masih ada 390 juta masyarakat dunia yang tinggal di wilayah tanpa internet nirkabel.

"Ketimpangan ini harus segera kita perbaiki. G20 harus dapat memobilisasi investasi untuk membangun infrastruktur digital yang terjangkau bagi semua," ujar Jokowi.

Kedua, literasi digital bukan sekadar sebuah pilihan melainkan sebuah keharusan. Jokowi menegaskan, literasi digital harus menjangkau semua agar dapat berpartisipasi dalam ekonomi masa depan. G20 harus bisa menggerakkan kerja sama penguatan kapasitas digital bagi negara berkembang.

"Harus kerja sama, memastikan manfaat digital dapat dirasakan secara merata oleh semua. Saya mengundang kontribusi yang mulia untuk masa depan dunia digital yang aman yang inklusif dan yang bermanfaat bagi semua," pungkasnya.

Reporter: Tira Santia

Sumber: Liputan6.com [idr]