Jokowi: Kejar Terus Vaksinasi Covid-19, Kalau Vaksin Kurang Sampaikan ke Menteri

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar program vaksinasi Covid-19 terus dilakukan agar kekebalan komunal di masyarakat dapat segeta tercapai. Dia mengingatkan petugas untuk segera melapor ke kepala darerah atau menteri apabila stok vaksin menipis.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meninjau kegiatan Vaksinasi Kolaborasi Kebangsaan yang digelar di Taman Cappelen, Kebun Raya Bogor, Sabtu, (28/8/2021). Kegiatan vaksinasi ini diperuntukkan bagi para pelajar berusia 12 hingga 18 tahun dan menyasar 1.250 peserta.

"Bagus, dikejar terus. Segera diselesaikan agar bisa segera dicapai kekebalan komunal dan kalau ada kekurangan vaksin segera sampaikan ke gubernur atau langsung ke menteri, sehingga semuanya bisa segera cepat rampung, cepat selesai vaksinasinya," kata Jokowi saat melakukan video conference, dikutip dari siaran pers Sekretariat Presiden, Sabtu.

Adapun kegiatan vaksinasi serupa juga dilaksanakan secara serentak di sejumlah wilayah lain dengan total peserta mencapai 16.279 orang. Rinciannya, di Jawa Barat menyasar 14.429 pelajar dan di Banten 1.850 pelajar.

Jokowi sempat berbincang dengan beberapa perwakilan di Jawa Barat dan Banten melalui konferensi video. Lokasi vaksinasi yang disapa Jokowi antara lain Kota Cirebon, Kota Tasikmalaya, Kota Cilegon, dan Kabupaten Garut.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menanyakan soal ketersediaan fasilitas isolasi terpusat (isoter). Selain itu, dia meminta laporan tingkat keterisian tempat tidur di rumah sakit atau bed occupancy rate (BOR) di daerah-daerah tersebut.

Sebelumnya, Jokowi meminta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Jawa Timur untuk segera menarik pasien Covid-19 isolasi mandiri ke lokasi isolasi terpusat (isoter). Hal ini dinilai dapat mengurangi penyebaran Covid-19 dan menekan angka kematian.

"Saya juga minta gerakan semua kapolres, dandim, danrem agar menyelesaikan, terutama yang berkaitan dengan isoter. kurangi yang isoman (isolasi mandiri), ditarik ke isoter. Ini akan sangat mengurangi laju penyebaran," jelas Jokowi saat memberikan pengarahan ke Forkopimda Jawa Timur yang ditayangkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (20/8/2021).

Isoman dan Isoter

Dia lantas menyoroti tingginya angka kematian Covid-19 di Jawa Timur yang mencapai 7,1 persen. Jokowi mengatakan tingginya angka kematian ini disebabkan karena pasien isolasi mandiri yang tak segera dilarikan ke isoter.

"Sehingga selalu dibawa ke RS sudah dalam posisi terlambat. Saturasi sudah turun baru dibawa ke RS, terlambat. Banyak disitu," ujarnya.

Oleh sebab itu, Jokowi menilai isolasi terpusat akan menjadi kunci menekan penyebaran Covid-19 dan angka kematian. Dengan dibawa ke isoter, maka pasien dapat segera ditangani sehingga mengurangi risiko kematian.

"Isoter benar-benar menjadi kunci, baik untuk penyebaran juga untuk menekan angka kematian. Saat dibawa RS sudah berat, ini hati-hati. Kunci-kunci seperti ini semua bupati, walikota harus tahu, dandim kapolres harus tahu, pangdam kapolda, gubernur semua harus ngerti detail," tutur Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel