Jokowi Kembali Ingatkan Anak Buah: Kita Harus Memiliki Sense of Crisis

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengingatkan tentang pentingnya sense of crisis. Jokowi meminta jajarannya membuat perencanaan yang baik dalam semua kebijakan.

"Hati-hati semuanya, semua kita harus memiliki sense of crisis jangan seperti biasanya, jangan business as usual, hati-hati, sense of crisis, harus ada di kita semuanya. Sehingga kita harus ada perencanaan yang baik, harus ada skenario yang pas dalam menghadapi situasi yang tidak pasti ini," ujar Jokowi saat membuka acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional 2022, Kamis (28/4).

Jokowi lalu berbicara mengenai situasi global yang penuh ketidakpastian. Dia bilang beberapa negara masih bergulat menekan penyebaran Covid-19, bahkan masih melakukan lockdown.

"Kemudian terjadi gangguan supply chain yang dampaknya ke mana-mana, belum lagi dunia yang dihantam perang antara Rusia dan Ukraina yang memunculkan krisis energi dan krisis pangan," ungkapnya.

Jokowi melanjutkan, inflasi global juga meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi global mengalami perlambatan. Dia mencontohkan tingkat inflasi di Turki dan Amerika yang lebih tinggi dari biasanya.

"Negara kita alhamdulillah masih berada terakhir masih berada di 2,6 persen, ini yang harus bersama-sama kita perbaiki, kita pertahankan," ujar Jokowi.

Eks Wali Kota Solo itu berharap semua pihak cermat mengkalkulasi semua kebijakan. Semua harus siap jika krisis masih berlanjut hingga tahun depan.

"Saya memberikan gambaran seperti ini agar kita semua betul-betul waspada, betul-betul mengkalkulasi, menghitung secara detail, sehingga langkah antisipasinya tepat, langkah antisipasinya betul, benar. Dan kita harus betul-betul siap jika krisis ini berlanjut hingga tahun depan," kata Jokowi. [rhm]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel