Jokowi: Kita Butuh Banyak Wirausaha Muda untuk Antisipasi Puncak Bonus Demografi

·Bacaan 2 menit
Presiden Jokowi (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengapresiasi dakwah kepeloporan di sektor perekonomian yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah. Menurut dia, model dakwah tersebut dapat melahirkan para pengusaha baru.

Jokowi menyampaikan, Indonesia memang membutuhkan banyak pengusaha muda. Hal ini untuk mengantisipasi puncak bonus demografi pada 2030, di mana angka penduduk usia produktif lebih banyak.

"Kita memerlukan lebih banyak lagi wirausaha-wirausaha muda karena harus mengantisipasi puncak bonus demografi pada tahun 2030," kata Jokowi saat membuka Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah secara virtual, seperti yang ditayangkan di YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (2/4/2021).

Berdasarkan data yang ada, setiap tahunnya terdapat 2,9 juta penduduk usia kerja baru atau anak-anak muda yang baru masuk ke pasar kerja. Dengan demikian, kebutuhan atas lapangan kerja baru juga sangat mendesak.

Oleh sebab itu, Indonesia membutuhkan para wirausaha muda untuk menciptakan lapangan kerja baru. Jokowi mengatakan, pemerintah pun berupaya untuk mendukung munculnya para wirausaha baru dengan melakukan reformasi ekosistem usaha secara besar-besaran.

Salah satunya, dengan memangkas regulasi yang dinilai menjadi penghambat pengembangan usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Kemudian, memperluas akses permodalan.

"Pendidikan dan pelatihan vokasional juga kita tata agar lebih adaptif dengan kebutuhan dunia industri. Redistribusi aset dan reforma agraria juga terus kita lakukan untuk mewujudkan pemerataan dan keadilan ekonomi," jelas Jokowi.

Budaya Kewirausahaan

Jokowi berharap agar kepengurusan Pemuda Muhammadiyah dapat terus mendorong budaya kewirausahaan. Dia ingin Pemuda Muhammadiyah berkolaborasi dengan kalangan generasi muda dalam menebarkan nilai-nilai saling membantu di semua lini kehidupan kebangsaan.

"Nilai-nilai toleransi, persatuan dalam keberagaman, Islam _wasathiyah_ harus tetap menjadi basis utama dari gerakan dakwah ekonomi ini," ucap dia.

"Saya berharap Pemuda Muhammadiyah berada pada garis terdepan dalam menjaga dan memperkokoh toleransi dan persatuan dalam keberagaman sesuai dengan ideologi kita Pancasila," sambung Jokowi.

Adapun Tanwir 1 Pemuda Muhammadiyah bertema "Dakwah Kolaboratif Memajukan Bangsa" digelar di Kota Manado, Sulawesi Utara, secara terbatas. Tanwir tersebut merupakan perhelatan strategis Pemuda Muhammadiyah di bawah muktamar atau merupakan forum musyawarah tertinggi kedua di organisasi otonom di lingkungan Muhammadiyah tersebut.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: