Jokowi: Kita Harapkan Dapat Suplai Vaksin Gotong Royong Lebih Banyak

·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi meminta kalangan usaha termasuk Kamar Dagang dan Industri mempercepat pelaksanana vaksinasi bagi para pekerja. Vaksin yang diinisiasi oleh para pengusaha dan pemimpin perusahaan ini ditujukan kepada para pekerja dan keluarganya yang ditanggung badan usaha.

Jokowi mendorong vaksin yang menggunakan bahan dari perusahaan farmasi Sinopharm segera didistribusikan.

"Tahapan pertama kita mendapatkan 420.000 dan segera saya perintahkan untuk dilaksanakan di lapangan. Yang kita harapkan nanti akan mendapatkan suplai vaksinnya lebih banyak sehingga proses vaksinasi gotong royong ini bisa mempercepat target dari vaksinasi yang ingin kita dilakukan yaitu 181 juta," kata Jokowi saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di kawasan industri Jababeka, Jawa Barat, Selasa 18 Mei 2021.

Kata Jokowi, program vaksin gotong royong tentunya membantu negara dalam rangka membangun kekebalan kelompok atau herd immunity. Namun, ia mengingatkan lagi-bahwa pengadaan vaksin di dunia saat ini sudah jadi rebutan semua negara. Pun, menurut Jokowi, Indonesia termasuk yang beruntung.

"Nantinya di bulan Agustus atau maksimal di bulan September sudah mencapai jumlah kurang lebih 70 juta yang divaksin. Sehingga kita harapkan di bulan-bulan itu kurvanya berada di bawah, terutama perusahaan pabrik industri bisa berproduksi dalam suasana normal kembali. Vaksinasi ini juga kita harapkan akan bisa memulihkan ekonomi kita," ujar Jokowi.

Sementara, Menteri Investasi Bahlil Lahadalia, mengatakan vaksin gotong royong merupakan niat dunia usaha membantu negara dalam menangani COVID-19. Tentunya, vaksin ini menganut prinsip gotong royong karena keterlibatan semua elemen masyarakat agar penularan virus dapat ditekan.

"Kalau negara saja yang dikasih tanggung jawab akan jadi beban yang lebih berat. Kalau kita ambil tanggung jawab lebih baik apalagi yang melakukan ini dari dunia usaha dan karyawannya," tutur Bahlil.

"Harapannya kalau ini terjadi terus maka target vaksinasi untuk mencapai maksimal bisa terwujud dan bisa kita mengembalikan kepercayaan publik dan opini global terhadap bagaimana penanganan COVID-19 di Indonesia," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Rosan Perkasa Roeslani, menyebut sebanyak 22 ribu lebih perusahaan telah mendaftar dalam program vaksin gotong royong. Dan dari jumlah itu, tercatat 10 juta individu yang bakal menerima imunisasi.

Tidak hanya pekerja dan keluarganya, Rosan mengklaim, vaksin gotong royong juga ditujukan bagi masyarakat sekitar yang tinggal di dekat operasional suatu perusahaan. "Jadi, animonya sangat luar biasa," kata Rosan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel