Jokowi Kutuk Pembantaian Keluarga dan Pemenggalan Kepala di Sigi

Ezra Sihite, Reza Fajri
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Jokowi mengucapkan belasungkawa atas adanya peristiwa pembantaian satu keluarga dengan sadisnya. Pembantaian keji tu diduga dilakukan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Dusun Torpedo, Desa Lemba Tongoa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pekan lalu. Presiden Jokowi kemudian mengutuk keras tindakan yang disebutnya biadab itu.

"Tindakan yang biadab itu jelas bertujuan untuk menciptakan provokasi dan teror di tengah-tengah masyarakat yang ingin merusak persatuan dan kerukunan di antara warga bangsa," kata Presiden Jokowi saat menyampaikan keterangan pers dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 30 November 2020.

Jokowi pun mengatakan sudah memerintahkan Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkap jaringan pelaku keji terorisme itu hingga ke akar-akarnya.

"Saya juga telah memerintahkan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk meningkatkan kewaspadaan. Sekali saya tegaskan tidak ada tempat di Tanah Air kita ini bagi terorisme," ucap Kepala Negara.

Kepada para keluarga korban, Jokowi melanjutkan bahwa pemerintah memberikan santunan. Kepada seluruh masyarakat Indonesia, mantan Wali Kota Solo ini meminta tetap tenang dan bersatu melawan terorisme.

Sementara pada siang tadi, Satgas operasi Tinombala pimpinan Polri melakukan pengejaran terhadap kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT). Sementara itu, TNI dilaporkan juga akan mendukung operasi Polri dengan memperkuat pasukan pengamanan di Poso.

"Besok pagi akan diberangkatkan pasukan khusus dari Halim menuju Palu dan ditugaskan di Poso. Untuk memperkuat pasukan yang sudah ada sebelumnya di Poso," kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di YouTube Kemenko Polhukam pada Senin, 30 November 2020.

Marsekal Hadi berharap langkah penguatan ini juga bisa mempercepat pengejaran terhadap kelompok MIT. Hadi meminta doa dari rakyat agar operasi ini bisa berjalan dengan lancar. Diketahui satu keluarga setidaknya 4 orang dibantai teroris MIT di Sigi, Sulsel.

Sebelumnya, pemerintah mengutuk keras pembantaian yang terjadi di Sigi, Sulawesi Tengah. Setidaknya empat orang tewas bahkan ada korban dengan kepala terpenggal oleh kelompok MIT. MIT menyatakan melakukan keberingasan terhadap empat orang dan gereja mereka karena marah terhadap polisi. Hal itu dilakukan sebagai wujud balas dendam.

Pemerintah juga menyatakan akan mengejar para pelaku teror atau teroris tersebut lebih keras melalui penambahan kekuatan Satgas Tinombala.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Serangan MIT Gerakan Kejahatan, Bukan Keagamaan