Jokowi Lakukan 3 Hal Ini Agar Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Kesuksesan Asian Games 2018 diyakini Presiden Joko Widodo atau Jokowi mampu membawa Indonesia menjadi tuan rumah di ajang Olimpiade 2032 mendatang.

Hal itu diungkap Jokowi saat menggelar rapat terbatas dengan Ketua Komite Olimpiade Nasional (NOC) Raja Sapta Oktohari secara virtual.

"Ini membuka rasa percaya diri juga membuka mata dunia bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang baik dalam event internasional," ucap Jokowi, Rabu (4/11/2020).

Namun, untuk bisa menjadi tuan rumah dipesta olaraga empat tahunan tersebut bukan perkara mudah. Indonesia harus mampu bersaing dengan sejumlah negara, seperti Jerman, Australia, Qatar dan India.

Seperti halnya Jokowi, Okto pun meyakini Indonesia bisa bersaing dengan negara lain. Menurutnya salah satu keunggulan yang dimiliki adalah faktor suhu dan keamanan.

"Jika terpilih, Indonesia akan menjadi sejarah karena menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menjadi tuan rumah Olimpiade," kata Okto.

Berikut deretan hal yang akan dilakukan Jokowi agar Indonesia dipercaya menjadi tuan rumaj di ajang Olimpiade 2032:

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Minta Roadmap Pencalonan Tuan Rumah Olimpiade 2032

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta belanja kementerian dan lembaga serta pemda mengutamakan penyerapan produk-produk dalam negeri saat Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2020 pada Kamis (22/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta belanja kementerian dan lembaga serta pemda mengutamakan penyerapan produk-produk dalam negeri saat Rakornas Pengendalian Inflasi Tahun 2020 pada Kamis (22/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Lukas)

Jokowi meminta jajaran menteri mempersipkan roadmap atau peta jalan untuk pencalonan menjadi tuan rumah dengan baik dan matang.

"Roadmap pencalonan kita untuk tuan rumah 2032 ini betul-betul disiapkan dengan baik berdasarkan timeline yang telah ditetapkan oleh IOC (Komite Olimpiade Internasional)," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Pasalnya, proses seleksi akan dimulai paling lambat 2023. Sementara, untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032, Indonesia masih harus bersaing dengan Australia, Jerman, Unifikasi Korea, Qatar, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan India.

"Ini penentuan tuan rumah ini akan ditetapkan di 2024 dan proses seleksi ini dimulai selambat-lambatnya 2023. Ini yang saya kira roadmap-nya perlu disiapkan," ujarnya.

Kendati begitu, Jokowi meyakini Indonesia mampu menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Menurut dia, kesuksesan Indonesia dalam menggelar Asian Games dan Asian Para Games 2018 menjadi modal utama.

Jakarta Diminta Bersiap Jadi Tuan Rumah

Presiden Jokowi memimpin RapatTerbatas mengenai Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/10/2020). (Sekretariat Kabinet RI)
Presiden Jokowi memimpin RapatTerbatas mengenai Rencana Pengadaan dan Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19 di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (26/10/2020). (Sekretariat Kabinet RI)

Sebelumnya, Jokowi meminta agar DKI Jakarta bersiap untuk menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Hal ini dikatakan oleh Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Raja Sapta Oktohari.

Namun di sisi lain, KOI juga sedang memperjuangkan hal tersebut pada Komite Olimpiade Internasional (IOC).

"Saya kapasitas Ketua Olimpiade Indonesia sedang berjuang atas perintah Bapak Presiden, untuk meminta Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade 2032. Surat sudah dilayangkan langsung oleh Presiden kepada IOC itu minta Indonesia sebagai tuan rumah. Dan tempatnya dikatakan Pak Presiden, disiapkan di Jakarta," ucap Okto di Balai Kota Jakarta, Jumat 14 Februari 2020.

Olimpiade 2020 di Tokyo, menurut Okto, akan menjadi ajang Indonesia untuk menyampaikan kemampuannya menjadi tuan rumah. Dia menyebut keputusan jadi tuan rumah, akan diambil sebelum tahun 2024.

Jokowi Bakal ke Swiss

Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta peta jalan optimalisasi pemanfaatan batu bara dalam negeri dengan penerapan teknologi ramah lingkungan saat ratas dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) minta peta jalan optimalisasi pemanfaatan batu bara dalam negeri dengan penerapan teknologi ramah lingkungan saat ratas dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

Lebih lanjut Okto mengungkapkan, Presiden Jokowi disebut akan berkunjung ke Kantor Komite Olimpiade Internasional (IOC) di Swiss.

Kunjungan tersebut untuk membantu proses agar Indonesia bisa menjadi tuan rumah Olimpiade 2032.

"Kami mohon kepada Bapak Presiden agar bisa berkunjung ke kantor IOC di Lausanne, Swiss, dan Presiden setuju. Itu akan sangat membantu proses pencalonan kita sebagai tuan rumah Olimpiade dan Paralimpiade 2032," ujarny usai rapat bersama Jokowi secara virtual, Rabu (4/11/2020).

Indonesia sendiri mendaftarkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pada 2018. Untuk menjadi tuan rumah, Indonesia harus bersaing dengan Australia, Jerman, Unifikasi Korea, RRT, Qatar, dan India.

Menurut Okto, Indonesia memiliki sejumlah keunggulan menjadi tuan rumah dibandingkan dengan negara lainnya, mulai dari cuaca dan suhu yang relatif stabil hingga kondisi keamanan.

"Keunggulan yang dimiliki Indonesia yang cukup confident berkompetisi dengan negara-negara lain, mengingat keadaan cuaca maupun suhu yang relatif stabil di Indonesia, keamanan, keramahan, kuliner, keindahan, dan lain-lain menjadi pertimbangan utama," jelasnya.

Saksikan video pilihan di bawah ini: