Jokowi Lockdown Total Jakarta pada 12 Februari, Kemenkes: Hoax

Syahrul Ansyari, Ahmad Farhan Faris
·Bacaan 1 menit

VIVA - Masyarakat sempat mendapatkan informasi pesan berantai melalui WhatsApp yang berisikan bahwa Presiden Jokowi telah memutuskan akan melakukan lockdown total pada 12 Februari 2021. Ternyata, pesan yang beredar itu tidak benar alias hoaks.

“Belakangan beredar broadcast yang berisikan bahwa pemerintah akan melakukan lockdown total pada tanggal 12 Februari 2021, berkaitan dengan hal ini disampaikan bahwa pesan tersebut tidak benar,” tulis akun Twitter Kemenkes RI dikutip pada Sabtu, 6 Februari 2021.

Saat ini, pemerintah masih melakukan pembatasan kegiatan masyarakat di wilayah Pulau Jawa-Bali tahap 2, yang berlaku selama 14 hari terhitung sejak 26 Januari sampai 8 Februari 2021.

Baca juga: Selama 2020, Polri Tindak 352 Kasus Hoax

Di masa pandemi COVID-19 sekarang ini, arus informasi yang beredar sangatlah masif. Pemerintah mengimbau agar masyarakat mewaspadai informasi yang didapatkan.

Sebaiknya, pastikan informasi dari sumber terpercaya dan jangan menyebarkan info yang belum pasti kebenarannya.

Karena, ada sanksi bagi penyebar hoax sebagaimana diatur dalam Pasal 28 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE, mengenai penyebaran berita bohong di media. Jika terjadi pelanggaran terhadap pasal tersebut, dikenau sanksi pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda Rp 1 miliar.

Berikut isi pesan yang beredar terkait lockdown total pada 12 Februari 2021 melalui WhatsApp:

Sudah lihat/ nonton TV belum.
Barusan diumumkan oleh Jokowi Presiden
Mulai tanggal 12 hari Jumat, jam
8.00 malam sampai tanggal 15 hari Senen pagi jam 5.00 Jakarta
Lockdown tidak boleh keluar
Rumah sama sekali dan toko-toko S.M Rest, semua tutup. Semua harus diam di rumah.
harus sedia bahan makanan buat masak di
Rumah jangan main.
Keluar rumah ditangkap langsung diswab dan didenda besar sekali. HATI. WARNING.