Jokowi Menang Mutlak di Rutan Cipinang  

TEMPO.CO, Jakarta -Hasil perhitungan suara di kompleks penjara Cipinang menempatkan Joko Widodo sebagai calon Gubernur DKI Jakarta dengan perolehan suara terbanyak. Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama menang mutlak di hampir seluruh tempat pemungutan suara yang didirikan Rumah Tahanan Cipinang, Lembaga Pemasyarakatan Cipinang, dan Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Cipinang.

»Joko Widodo menang di hampir seluruh TPS,” kata Kepala Seksi Rutan Kelas I Cipinang, Ahmad Jazuli, saat ditemui di Rumah Tahanan Cipinang Kamis, 20 September 2012. Di Rutan Cipinang, Joko Widodo memperoleh 137 suara dari 201 suara. Sementara pesaingnya, Fauzi Bowo mendapatkan 63 suara, sedangkan suara tidak sah di Rutan Cipinang berjumlah satu suara.

Di LP Cipinang, Joko Widodo menang dengan perolehan 609 suara warga binaan dari total warga binaan yang mencoblos berjumlah 817 suara. Ada pun Fauzi Bowo memperoleh 196 suara warga binaan dan suara yang tidak sah berjumlah 12 suara.

Sedangkan di LP Narkotika Cipinang, Joko Widodo memperoleh suara sebanyak 1.019 suara dari 1.962 suara warga binaan. Di penjara khusus terpidanan narkotika itu, Fauzi hanya berhasil mendulang 855 suara dan suara yang tidak sah berjumlah 88 suara. Di sana, Joko Widodo hanya kalah tipis di TPS 92.

Hasil perolehan suara itu tidak mengejutkan warga binaan di tiga penjara tersebut. Beberapa warga binaan mengatakan bahwa mereka telah memperkirakan kemenangan Joko Widodo tersebut. »Sesuai dugaan kami, Joko Widodo pasti menang,” kata salah satu warga binaan LP Narkotika Cipinang, Suhaja.

Terlebih lagi saat calon gubernur hanya menyisakan dua nama. Hampir seluruh warga binaan yang jagoannya tidak lolos putaran kedua memilih Joko Widodo dibandingkan Fauzi Bowo. Ia mengatakan, hampir seluruh warga binaan di tempatnya memilih Joko Widodo karena percaya bahwa Pria asal Solo itu dapat mengubah Jakarta menjadi lebih baik.

Sementara warga binaan LP Cipinang, Yudha, mengatakan ia dan teman-teman sesama warga binaan memilih Joko Widodo demi melihat Jakarta yang berubah lebih baik saat mereka keluar dari penjara kelak. »Harus ada perubahan di Jakarta,” kata Yudha.

RAFIKA AULIA

Berita Terpopuler

Korban Kebakaran Tak Akan Coblos Calon Lain

Penyebar Selebaran Isu SARA Jadi Tersangka

Tetangga Nara Mantap Pilih Jokowi

New York Times Soroti Pencalonan Joko Widodo

Ini Dialog yang Dimanipulasi dalam Film Anti-Islam

Guru Laporkan Dinas Pendidikan Jakarta ke Panwaslu

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.