Jokowi Minta BMKG Tingkatkan Kemampuan untuk Mitigasi Bencana

·Bacaan 1 menit

VIVA - Presiden Joko Widodo meminta semua instansi terkait terus meningkatkan kemampuan untuk melakukan mitigasi bencana. Wilayah Indonesia yang berisiko, perlu langkah-langkah dalam penyampaian informasi yang cepat dan tepat kepada masyarakat terkait potensi bencana di Tanah Air.

Hal itu disampaikan Jokowi saat dalam Rakorbangnas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara virtual.

"Tingkatkan adaptasi teknologi untuk observasi, analisis, prediksi, dan peringatan dini secara lebih cepat dan akurat agar kita lebih mampu meminimalkan risiko yang harus kita hadapi,” kata Jokowi dalam sambutannya, Kamis, 29 Juli 2021.

Jokowi menekankan, soal inovasi disertai beradaptasi dengan teknologi baru. Berdaptasi dengan teknologi tentu mempertajam analisa, prediksi dan peringatan dini suatu bencana.

Baca juga: BMKG: Gempa Pacitan Selasa Malam Dekat Sumber Gempa Besar 1937

Dia juga menyampaikan, informasi dari BMKG berupa cuaca ekstrem, gempa, dan kualitas udara harus menjadi rujukan masyarakat. Termasuk kebijakan yang diambil dari pemerintah pusat hinga daerah.

"Kebijakan nasional dan daerah harus betul-betul sensitif dan antisipatif terhadap kerawanan bencana. Karena itu, saya minta agar sinergi dan kolaborasi antara BMKG dengan kementerian dan lembaga serta pemerintah daerah harus terus diperkuat," tuturnya.

Di kesempatan itu, Jokowi juga mengingatkan terkait manajemen bencana. Meski bukan sepenuhnya menjadi tugas BMKG, hal ini tentu akan lebih baik jika banyak melibatkan banyak instansi agar pemahaman masyarakat terhadap bencana menjadi lebih komprehensif. Edukasi siaga bencana sangat penting untuk masyarakat.

"Kesiagaan dan ketangguhan masyarakat atas ancaman bencana perlu terus ditingkatkan, budaya kesiagaan harus melembaga dalam keseharian masyarakat," kata Jokowi.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel