Jokowi Minta Hati-Hati Buat Kebijakan Saat Krisis: Salah Sedikit Kita Berdarah-darah

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti jajaran menteri di kabinetnya agar membuat kebijakan secara hati-hati, terutama saat ekonomi dunia tengah bergejolak. Kalau tidak, akan berimbas buruk pada kondisi ekonomi di dalam negeri.

"Ini betul-betul harus hati-hati mengelola dalam posisi dunia global yang sulit diprediksi sulit dihitung, sulit dikalkulasi. Hati-hati membuat kebijakan, begitu salah sedikit, bisa berdarah-berdarah dan itu sudah ada contohnya, saudara-saudara tahu," ungkapnya dalam pembukaan Musyawarah Nasional Hipmi, Senin (21/11).

Menurutnya, Indonesia kini tengah memiliki lanskap ekonomi yang baik, di mana angka pertumbuhan ekonomi pada Kuartal III-2022 sebesar 5,72 persen, inflasi 5,7 persen, dan konsumsi rumah tangga mencapai 5,4 persen. Tingkat ekspor juga masih tumbuh sebesar 21,6 persen.

Tak hanya itu, neraca perdagangan Indinesia juga mengalami surplus selama 30 bulan berturut-turut. Kondisi ini, yang menurutnya tidak seluruh negara di dunia mampu mencapainya. Apalagi, di tengah kondisi ekonomi global yang berangsur dibayangi resesi.

"Neraca perdagangan kita juga sudah 30 bulan berturut-turut selalu surplus. Artinya yang berproduksi di dalam negeri, itu ruang barangnya masih banyak yang nerima, ingat, negara lain tidak seperti ini," pesannya.

Kondisi krisis, menurutnya, sedang dihadapi seluruh negara di dunia. Mulai dari urusan energi seperti BBM, hingga urusan pangan yang masih menjadi momok setiap negara.

"Sekarang ini, urusan yang namanya BBM saja, pusing semuanya, urusan yang namanya pangan, kekurangan semuanya, ini semua negara, kenaikan bisa 30 persen, bisa 40 persen, bisa 50 persen. Ini kita stabilitas harga masih ktia bisa pertahankan," ujarnya.

Sementara di Inggris tengah dalam kondisi yang tak sebaik Indonesia. Ini jadi salah satu imbas dari salahnya mengambil kebijakan dalam merespons kondisi ekonomi global.

"Inggris, salah sedikit kebijakan, salah membuat policy, hasilnya bisa ke mana-mana. Ini lah yang kita tidak mau. Saya selalu berpesan kepada seluruh menteri, hati-hati membuat kebijakan dalam posisi yang sangat rentan seperti ini, jangan keliru, jangan salah. Utamanya yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak," bebernya.

"Kenapa tiap hari, setiap minggu saya masuk ke pasar-pasar, baru saja tadi pagi saya masuk ke pasar di Boyolali, saya cek harga-harga yang naik apa, harga yang stabil apa, supaya kita dapat feeling-nya, jangan keliru kita membuat kebijakan," sambung Jokowi.

Reporter: Arief Rahman H.

Sumber: Liputan6.com [azz]