Jokowi Minta Infrastruktur Pendukung Sirkuit Mandalika Siap Sambut MotoGP 2022

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meninjau kesiapan infrastruktur jelang kesiapan pelaksanaan MotoGP 2022 di Sirkuit Mandalika, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (13/1/2022) hari ini.

RI 1 tampak mengendarai sepeda motor dari Bandara International Lombok (BIL) menyusuri Jalan Bypass menuju sarana hunian pariwisata (Sarhunta) di Desa Sengkol dan finish di Sirkuit Mandalika.

Jokowi ingin memastikan kesiapan penyelenggaraan MotoGP mulai dari layanan kedatangan Bandara Internasional Lombok, konektivitas menuju Sirkuit Mandalika hingga infrastruktur pendukung seperti homestay bagi wisatawan.

"Pertama saya cek proses di bandara berkaitan dengan protokol kesehatan, cek PCR, cek vaksin dan urutannya sudah bagus. Kedua saya cek infrastruktur, utamanya jalan bypass dari airport menuju Mandalika yang berkaitan dengan estetika dan lansekap yang sudah satu minggu ini dikerjakan dan kelihatan perubahannya," kata Jokowi dalam keterangan tertulis, Kamis (13/1/2022).

Jalan Bypass BIL-Mandalika sepanjang 17,3 km telah selesai dibangun dan dimanfaatkan untuk mendukung kelancaran event Superbike pada November 2021 lalu.

Penataan dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Nusa Tenggara Barat, Ditjen Bina Marga melalui kegiatan penghijauan dan penataan koridor jalan, termasuk frontage, bahu dan drainasenya.

"Kita harapkan dari airport menuju Sirkuit Mandalika tamu betul-betul dihantarkan dengan keindahan estetika yang baik. Oleh sebab itu perlu disiapkan dan saya minta tadi pada akhir Februari 2022 sudah selesai," ujar Jokowi.

Selanjutnya rombongan Presiden Jokowi menuju sarana hunian pariwisata di Desa Gerupuk dan koridor Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Keberadaan Sarhunta selain sebagai sarana Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) Mandalika-Lombok, juga bisa menjadi alternatif hunian bagi para wisatawan yang saat perhelatan MotoGP Mandalika 2022.

"Kita juga ingin agar Mandalika ini tidak hanya urusan balap motor, tetapi juga memberikan efek pertumbuhan ekonomi pada masyarakat. Oleh sebab itu pada beberapa desa di Mandalika telah dibangun homestay dan sekarang siap sekitar 300 homestay," tutur Jokowi.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Soal Estetika

Jalan Bypass Bandara International Lombok (BIL)-Mandalika (dok:PUPR)
Jalan Bypass Bandara International Lombok (BIL)-Mandalika (dok:PUPR)

Senada, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan penataan Jalan Bypass BIL-Mandalika harus mengedepankan estetika melalui kegiatan penghijauan dan penataan koridor jalan sehingga lebih ramah lingkungan dan bisa menjadi contoh jalan nasional yang baik.

Penataan koridor Jalan Bypass BIL-Mandalika meliputi penanaman rumput dan pohon, antara lain bougenvile, tabebuya, ketapang kencana, dan pule di median jalan. Selanjutnya penanganan jalur lambat melalui pengurukan tanah, penanaman rumput dan pohon, seperti jenis trembesi, angsana, pule, dan jati.

Tidak hanya itu, Kementerian PUPR juga menata Bundaran BIL yang berada di titik nol (STA 0+000), ikon baru di kawasan Mandalika STA 11+100 yang biasa dimanafaatkan warga untuk spot swafoto serta Bundaran Sunggung STA 17+363.

Kemudian, penataan dan pelebaran jalan eksisting menambah lajur menjadi 4 lajur pada ruas Kuta - Kruak sepanjang 5,3 km. Penataan dilakukan mulai dari Bundaran Sunggung Bypass BIL - Mandalika STA 17.3 hingga Bundaran Tri Putri di Jalan nasional Sengkol - Kuta, termasuk akses utama menuju Sirkuit Mandalika.

Dukungan infrastruktur juga dilakukan dengan membangun sistem drainase kawasan yang terintegrasi dengan drainase di dalam Sirkuit Mandalika serta kegiatan peningkatan kualitas hunian layak atau dikenal dengan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) menjadi homestay.

Secara keseluruhan, pembangunan homestay sebanyak 300 unit yang sudah terbangun di Desa Gerupuk dan Kuta, ditambah koridor Sirkuit Mandalika 196 unit yang akan direhabilitasi. Pembangunan homestay mengadopsi kearifan lokal seperti Bale Lumbung dan Bale Bonter. Jadi konsepnya rumah lumbung dan berdasarkan kearifan Suku Sasak.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel