Jokowi Minta Infrastruktur PON XX Dorong Geliat Ekonomi Papua

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo (Jokowi) meresmikan 7 arena olahraga atau venue yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX Papua 2021.

Peresmian ditandai dengan penandatanganan 7 prasasti venue yang dibangun oleh Kementerian PUPR, yakni arena Akuatik dan Istora Papua Bangkit di Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur dan arena Cricket dan Lapangan Hoki (Indoor dan Outdoor) di Kampung Doyo Baru, Distrik Waibu, serta 3 venue lainnya yakni arena Sepatu Roda, Dayung, dan Panahan.

Jokowi menyampaikan, pemerintah bersyukur Papua kini memiliki sarana dan prasarana olahraga berstandar internasional. Setelah selesai pembangunan, Jokowi mengatakan, tugas selanjutnya adalah merawat seluruh venue PON serta memanfaatkan dengan sebaik-baiknya, sehingga keberlanjutan pembinaan atlet dapat terjaga.

"Kita tidak ingin setelah nanti PON selesai, fasilitas yang telah dibangun dengan dana besar dan berstandar internasional ini justru menjadi tempat yang sepi, tidak terawat dan akhirnya cepat rusak," kata Presiden Jokowi di Sentani, Papua, Sabtu (2/10/2021).

Untuk itu, Jokowi meminta kepada Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten untuk menyiapkan manajemen pengelolaan pemanfaatan fasilitas PON secara profesional. Selain itu, ia juga meminta kepada pemerintah daerah dan organisasi keolahragaan untuk menyiapkan manajemen pembinaan bibit-bibit atlet dari Papua agar bisa berprestasi lebih baik di tingkat nasional maupun internasional.

Senada dikatakan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, venue yang telah diserahterimakan dapat dimanfaatkan sebagai sarana latihan atlet Papua dan dikelola dengan baik.

"Harapannya, seluruh infrastruktur yang telah dibangun tidak hanya bermanfaat bagi peningkatan prestasi atlet Papua, tetapi juga mendorong geliat ekonomi di Bumi Cendrawasih," ujar Menteri Basuki.

Dari 7 arena olahraga yang diresmikan Jokowi, salah satunya Venue Akuatik yang dilengkapi dengan fasilitas pool berstandar internasional. Venue yang dibangun dengan biaya APBN (MYC) tahun 2018-2020 sebesar Rp 401 miliar ini telah memperoleh sertifikasi atau pengakuan dunia dari Federation Internationale de Natation (FINA) atau organisasi induk federasi olahraga renang internasional pada pada 27 Juli 2020.

Kedua, Istora Papua Bangkit yang dibangun dengan dana sebesar Rp 278,6 miliar. Pada 17 Agustus 2020 lalu, bertepatan dengan HUT RI ke-75 Istora Papua Bangkit berhasil mencatatkan Rekor Museum Rekor – Dunia Indonesia (MURI) untuk 3 kategori.

Antara lain atap baja lengkung bentang terpanjang dengan dimensi 90 meter, atap tanpa sambungan dan baut mengerucut terluas berbentuk dome seluas 7.300 meter persegi serta instalasi terpanjang dan diameter terbesar textile duct dengan dimensi ring internal 477 meter, diameter cincin luar sepanjang 70 meter dan diameter cincin dalam sepanjang 56 meter.

Venue selanjutnya yakni Arena Cricket yang dibangun dengan anggaran Rp 81,5 miliar yang mampu menampung 1.667 penonton. Kemudian arena Hoki Indoor dan Outdoor yang dibangun dengan anggaran Rp 206,8 miliar. Arena Hoki Outdoor telah mengantongi sertifikasi dari Federation Internationale de Hockey atau Federasi Hoki Internasional (FIH).

Keempat venue ini telah dilakukan serahterima kelola kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua pada 10 Juni 2021. Untuk menjaga akuntabilitas dan memastikan pemanfaatan venue tersebut, telah dilakukan audit operasional dan post-audit oleh Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sebelum dilakukan serahterima aset.

Selanjutnya, tiga venue tambahan yakni arena Sepatu Roda, Dayung, dan Panahan yang mulai dikerjakan sejak 25 Februari 2020. Arena Sepatu Roda dibangun di atas lahan seluas 19.500 m2 di daerah Bumi Perkemahan Waena, Kota Jayapura, dengan luas bangunan 5.320 m2 arena kompetisi dan 790 m2.

Venue ini dilengkapi beberapa sarana dan prasarana seperti tribun berkapasitas 650 orang, sistem penerangan untuk lintasan 1.501 lux dan penerangan safe zone 449 lux, sistem tata suara, dan scoring board. Anggarannya menggunakan APBN sebesar Rp89,2 miliar.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dayung

Pembangunan Venue Dayung untuk PON XX Papua telah selesai 100 persen dan sudah dimanfaatkan untuk latihan atlet. (dok: PUPR)
Pembangunan Venue Dayung untuk PON XX Papua telah selesai 100 persen dan sudah dimanfaatkan untuk latihan atlet. (dok: PUPR)

Kemudian arena olahraga Dayung dibangun tidak jauh dari Jembatan merah Youtefa yang membentang di atas Teluk Youtefa. Kawasan venue Dayung terlihat indah berlatar belakang perbukitan Abepura.

Venue Dayung dilengkapi gudang perahu seluas 1.867 m2 dan menara finish 62,38 m2, memiliki lintasan sepanjang 2.200 meter dan lebar 81 meter (9 lintasan) dengan total luas lintasan 1,7 hektar. Selain itu juga dilengkapi 8 unit penanda jarak, 8 unit pancang penahan, 2 unit obstacle canoe slalom, menara start seluas 14 m2, 2 unit menara pelurus seluas 9 m2, dan menara pantau sebanyak 5 unit seluas 9 m2.

Terakhir, arena Panahan dibangun di kawasan kompleks olahraga Kampung Harapan, Distrik Sentani Timur, Kabupaten Jayapura. Venue ini dibangun di atas lahan seluas 40.863 m2 dan memiliki luas bangunan 1.217 m2 dengan lansekap pegunungan Cycloop yang menjadi daya tarik arena Panahan PON Papua.

Kontraktor yang terlibat dalam pembangunan 7 venues tersebut yakni PT Nindya Karya, PT PP dan PT Waskita Karya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel