Jokowi Minta Kepala Daerah Mewaspadai Kenaikan Kasus COVID-19 setelah Libur Lebaran

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi memberikan beberapa peringatan mengenai penyebaran COVID-19 di Indonesia. Jokowi meminta kepala daerah untuk mewaspadai kenaikan kasus COVID-19 setelah Lebaran.

Jokowi berpesan kemungkinan adanya potensi kenaikan kasus positif COVID-19 setelah libur Lebaran dan periode mudik 2021. Hal itu dikarenakan ada sekitar 1,5 juta masyarakat yang masih nekat mudik ke kampung halaman, meski sudah dilarang.

"Pascalebaran, hati-hati, betul-betul kita harus waspada karena berpotensi ada potensi jumlah kasus baru COVID-19. Meski, kita telah mengeluarkan larangan mudik," kata Jokowi saat memberikan pengarahan kepada kepala daerah se-Indonesia, sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (18/5/2021).

Jokowi juga mengingatkan jajaran kepala daerah untuk berhati-hati adanya potensi pandemi COVID-19 gelombang kedua.

"Hati-hati gelombang kedua, gelombang ketiga di negara-negara tetangga kita sudah juga mulai melonjak drastis," ucap Jokowi.

Lonjakan kasus positif COVID-19 terjadi di negara tetangga, Malaysia. Selain itu, kasus positif COVID-19 juga meningkat di India, bahkan pernah mencapai 400 ribu kasus per hari.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu juga mengungkapkan, ada 15 provinsi yang tercatat mengalami lonjakan kasus positif COVID-19.

"Hati-hati provinsi yang ada di Sumatra. 15 provinsi mengalami kenaikan. Ini hati-hati, sekarang kita terbuka," tandas Jokowi.

Dari 15 provinsi, enam di antaranya dari Pulau Sumatra. Keenam daerah yang mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 tersebut ialah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, dan Bangka Belitung.

Selain itu, lonjakan kasus positif COVID-19 juga terjadi di DKI Jakarta, Maluku, Banten, Nusa Tenggara Barat, Maluku Utara. Kemudian, Kalimantan Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Gorontalo.

Sumber: Youtobe Sekretariat Presiden

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel