Jokowi Minta Padat Karya Diperbanyak: Masyarakat Harus Diberikan Penghasilan

·Bacaan 1 menit
Presiden Jokowi saat menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN-Australia secara virtual dari Istana Kepresidenan Bogor Jawa Barat, Sabtu (14/11/2020). (Foto Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta pemerintah kota memperbanyak program padat karya untuk meningkatkan daya beli dan konsumsi masyarakat di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, saat ini satu-satunya penggerak ekonomi masyarakat adalah belanja pemerintah.

"Masyarakat di bawah harus diberikan penghasilan yang seluas-luasnya, diberikan pekerjaan yang seluas-luasnya," ucap Jokowi saat memberikan sambutan dalam Peresmian Pembukaan Musyawarah Nasional VI Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia di Istana Negara Jakarta, Kamis (11/2/2021).

Dia mencontohkan beberapa hal yang masuk kategori program padat karya seperti, perbaikan saluran air di kora, perbaikan Puskesmas, perbaikan Posyandu, perbaikan sekolah. Jokowi mengatakan program padat karya akan membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

"Saya kira banyak sekali (program padat karya), sehingga tercipta lapangan kerja dan kita bayar gajinya mereka," jelasnya.

Menurut dia, program padat karya tak hanya meningkatkan konsumsi dan daya beli masyarakat saja. Namun, juga memperbaiki infrastruktur serta memberikan penghasilan kepada masyarakat.

"Pemerintah pusat juga melakukan hal yang sama, melakukan program padat karya secara besar-besaran di semua kementerian yang ada, semua kita geser ke padat karya," tutur dia.

"Kita harus bergotong-royong semua warga yang sedang kehilangan pekerjaan bisa mendapatkan penghasilan. Goalnya ke sana," sambung Jokowi.

Juga Salurkan Bansos

Selain padat karya, Jokowi meminta pemerintah kota melajutkan penyaluran bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat menengah ke bawah. Dia mendorong semua pihak ikut terlibat dalam program pemulihan ekonomi.

"Lanjutkan pemberian bantuan sosial, terutama sembako kepada masyarakat lapisan bawah dan kelompok masyarakat bawah yang tidak bisa mendapatkan tambahan penghasilan dari program padat karya," kata Jokowi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: