Jokowi Minta Penerima Manfaat Kartu Prakerja Terus Tingkatkan Keterampilan

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengimbau para penerima Kartu Prakerja untuk terus meningkatkan keterampilan. Peningkatan keterampilan ini akan membuka peluang kerja dan usaha yang lebih banyak lagi.

"Nanti ketika kita sudah berjalan normal kembali dan pandemi sudah teratasi, akan semakin banyak peluang baik untuk kerja dan usaha. Pada saat ekonomi sudah normal atau lebih baik lagi, maka itu kesempatan kalian semua karena sudah meningkatkan skill dan memperbaiki keterampilannya," jelas Jokowi dalam acara Pengarahan Presiden RI kepada Penerima Kartu Prakerja Tahun 2020-2021 pada Rabu (17/3/2021).

Diungkapkannya, ketika semakin banyak orang masuk atau kembali ke dunia usaha dan bekerja, maka perekonomian akan menjadi lebih baik.

Mengutip survei Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2020, Jokowi mengatakan 88,9 persen penerima Kartu Prakerja menyatakan keterampilan mereka meningkat. Hal ini dinilai sesuai dengan yang diharapkan pemerintah ketika merilis program tersebut.

"Ini yang kita harapkan. Karena kalau zaman kompetisi seperti ini jika skill tidak kita perbaiki, maka kita akan tertinggal. Zaman berubah dengan cepat sekali saat ini, kalau tidak diikuti perkembangannya kita akan tertinggal," ungkapnya.

Penerima program Kartu Prakerja sampai saat ini telah mencapai 5,5 juta orang dari total 55,6 juta pendaftar. "Artinya, peminatnya sangat banyak sekali dan belum tertampung semuanya. Peserta yang terpilih secara bebas dipersilahkan untuk memilih sesuai minat dan talenta yang dimiliki," kata Jokowi.

Menaker Upayakan Calon Pekerja Migran Dapat Kuota Khusus Kartu Prakerja 2021

Menaker Ida Fauziyah dalam sambutan acara penyerahan SKKNI Bidang Perfilman di Innovation Room, Kemnaker, Jakarta, Selasa (7/7/2020).
Menaker Ida Fauziyah dalam sambutan acara penyerahan SKKNI Bidang Perfilman di Innovation Room, Kemnaker, Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mendorong agar Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mendapatkan kuota program Kartu Prakerja pada 2021. Insentif itu sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi CPMI.

"Ini adalah salah satu upaya peningkatan kompetensi CPMI. Saya kira dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia, bahwa peningkatan kompetensi CPMI menjadi tanggungjawab pemerintah pusat dan pemerintah daerah," kata Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR RI di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (16/3).

Menaker Ida mengemukakan, sejak awal penyusunan Peraturan Menteri Perekonomian Nomor 11 Tahun 2020 tentang Pengembangan Kompetensi Kerja Melalui Program Kartu Prakerja menyepakati bahwa ada kuota khusus untuk peningkatan CPMI. Namun, hal itu tertunda lantaran kondisi pandemi Covid-19.

"Maka hingga kini, keinginan kami untuk mendapatkan alokasi atau kuota bagi CPMI belum terpenuhi. Kita dorong terus agar CPMI dapat kuota Kartu Prakerja," ucapnya.

Menaker Ida mengatakan, terdapat delapan platform digital sebagai pelaksana program Kartu Prakerja yang meliputi SISNAKER, Tokopedia, Skill Academy, Mau Belajar Apa, Bukalapak, Pintaria, Sekolah.mu, dan Pijar Mahir.

"SISNAKER merupakan satu-satunya platform digital milik pemerintah sebagai pelaksana Program Kartu Prakerja. Di sini posisi kami, Kementerian Ketenagakerjaan adalah salah satu platform digital milik pemerintah," ucapnya.

Pada kesempatan itu, dia juga mengemukakan tiga upaya yang telah dilakukan Kemnaker pada 2020 dalam mendukung program Kartu Prakerja.

Pertama, melakukan pendataan tenaga kerja terdampak Covid-19 untuk kemudian diusulkan menjadi daftar waitlist Program Kartu Prakerja sebesar 2,175 juta orang, termasuk CPMI.

Kedua, menerbitkan Permenaker Nomor 17 Tahun 2020 tentang Proses Bisnis, Tata Cara Pendaftaran, Seleksi, dan Penetapan Penerima Kartu Prakerja dengan Cara Luar Jaringan yang merupakan turunan Perpres Nomor 76 Tahun 2020 dan Permenko Nomor 11 Tahun 2020.

Ketiga, Sisnaker sebagai satu-satunya platform digital pemerintah yang menjadi mitra Program Kartu Prakerja dengan transaksi pelatihan sebesar 586.049 penerima Kartu Prakerja secara daring.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: