Jokowi Minta Perdebatan soal Impor Beras Dihentikan

·Bacaan 2 menit
Presiden Joko Widodo memberikan sambutan saat meninjau Gudang Beras Bulog , Jakarta, Rabu (25/2/2015). Pada kunjungan itu, presiden meresmikan penyaluran serentak beras miskin (raskin) dan operasi pasar beras tahun 2015. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi meminta agar semua pihak tak lagi berdebat soal rencana impor beras. Dia memastikan tak ada beras impor yang masuk Indonesia hingga Juni 2021.

"Saya minta segera hentikan perdebatan yang berkaitan dengan impor beras. Ini justru bisa membuat harga jual gabah di tingkat petani turun atau anjlok," ujar Jokowi saat memberikan keterangan pers di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (26/3/2021).

Menurut dia, Indonesia sudah hampir 3 tahun tak mengimpor beras. Adapun MoU atau nota kesepahaman dengan Thailand dan Vietnam, kata Jokowi, hanya untuk berjaga-jaga mengingat situasi pandemi Covid-19.

"MoU dengan Thailand dan Vietnam itu hanya untuk berjaga-jaga mengingat situasi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian," jelasnya.

"Saya tegaskan sekali lagi berasnya belum masuk," sambung Jokowi.

Dia memastikan beras petani akan diserap oleh Bulog. Jokowi mengaku akan memerintahkan Menteri Keuangan Sri Mulyani untuk membantu penganggarannya.

"Saya tahu kita memasuki masa panen dan harga beras di tingkat petani belum sesuai yang diharapkan," kata Jokowi.

Wacana

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi membeberkan alasan pemerintah mewacanakan impor beras sebanyak 1 juta ton. Hal ini dilakukan untuk menjaga stok beras Bulog tetap berada di kisaran 1 juta hingga 1,5 juta ton.

Lutfi bilang, stok beras Bulog saat ini berada di bawah 1 juta ton. Sebelumnya, Dirut Bulog mengatakan terdapat beras impor tahun 2018 yang mengalami turun mutu.

"Menurut hitungan saya, beras yang turun mutu yang 2018 itu kira-kira berjumlah 270 ribu ton. Jadi yang dikatakan beliau turun mutu itu 160 ribu. Jadi ada 120 ribu lagi. Jadi kira-kira, stok akhir Bulog 800 ribu dikurangi 300 ribu, berarti stoknya hanya mungkin tidak mencapai 500 ribu. Ini stok yang paling rendah dalam sejarah Bulog," ujarnya dalam acara Weekly Update bersama Menteri Perdagangan secara virtual, Jumat, 19 Maret 2021.

Kurangnya stok ini diiringi dengan penyerapan gabah petani yang rendah. Menurut Mendag, hingga akhir Maret, penyerapan gabah petani yang dilakukan Bulog masih berada di angka 85 ribu ton, jauh dari prediksi awal di angka 400 ribu hingga 500 ribu ton.

Hal ini dikarenakan intensitas hujan mengalami peningkatan. Akhirnya, tingkat kekeringan gabah petani tidak memenuhi syarat penyerapan Bulog.

Rencana impor beras tersebut pun menuau polemik karena bersamaan dengan persiapan panen padi petani. Terlebih harga gabah kering menurut data BPS susah turun Rp 1.000. Padahal bagi petani turunnya harga gabah kering ratusan rupiah per kilogram pun sudah memberatkan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: