Jokowi Minta Pj Kepala Daerah Netral dan Jangan Terlibat Politik Praktis

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengundang puluhan penjabat (Pj) kepala daerah ke Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6). Salah satu arahan Jokowi ialah para penjabat harus netral dan tidak terlibat politik praktis.

"Yang jelas kita harus netral. Tidak boleh terlibat politik praktis. Ya. Kita sebagai Penjabat harus tegak lurus, tidak terlibat dalam politik praktis," kata Pj Bupati Muaro Jambi Bachyuni Deliansyah di Istana Negara, Jakarta, Selasa (7/6).

Kepala negara juga memberi arahan terkait pengelolaan APBD dan produk lokal. Kemudian, soal percepatan vaksinasi dan terkait anggaran pilkada 2024.

"Sesuai dengan arahan bapak presiden tadi, yang pertama bahwa kami Pj Pj untuk melakukan ke daerah memastikan di daerah berjalan baik terkait APBD, menggunakan produk lokal bahwa dalam situasi ini. Yang ketiga adalah mengedepankan vaksin dalam rangka pandemi supaya cepat berlalu di Indonesia. Keempat teralokasinya anggaran untuk pilkada tahun 2024," tuturnya.

Lebih lanjut, Jokowi meminta penjabat memanfaatkan lahan di daerah yang terlantar. Tujuannya untuk memperkuat ketahanan pangan.

"Roda perekonomian yang jelas. Tadi Pak Presiden juga ngomong kalau ada lahan terlantar Pj kepala daerah segera menanam dengan masyarakat apa saja yang bisa tumbuh, meningkatkan ketahanan pangan," pungkasnya.

Ada 48 Pj kepala daerah yang diundang dalam pertemuan tersebut. 31 Orang hadir langsung di Istana dan sisanya secara virtual. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel