Jokowi Minta Putra Mahkota Abu Dhabi Jadi Dewan Pengarah Pembangunan Ibu Kota Baru

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi Mohamed Bin Zayed pada minggu kemarin. pertemuan tersebut digelar di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA).

Menteri Koordinator Bidang kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga hadir dalam pertemuan tersebut mengatakan, Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) menyiapkan dana sebesar USD 22,8 miliar atau kurang lebih Rp ‭312,36 triliun (estimasi kurs 13.700 per dolar AS) untuk berinvestasi di Indonesia.

Salah satu proyek yang akan mendapat investasi dari Uni Emirat Arab adalah pembangunan Ibu Kota Baru di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

"Bahkan Presiden Jokowi meminta agar Pangeran Sheikh Mohammed Bin Zayed menjadi Dewan Pengarah di pembangunan Ibu Kota Baru itu," jelas dia dikutip dari laman Setkab, Senin (13/1/2020).

Selain itu, menurut Luhut, UEA juga ingin masuk berinvestasi dalam pembangunan di Aceh. “Aceh itu mereka sangat masuk ingin masuk properti. Nah, minggu depan kami akan tadi apa perintah Presiden, Gubernur Aceh, dan tokoh-tokoh di situ untuk bicara ini karena mereka ada beberapa persyaratan itu mereka masuk,” ungkapnya.

Rencana tersebut sempat diungkapkan juga oleh adik Putra Mahkota UEA, yaitu Sheikh Hamid. Alasannya Sheikh Hamid masuk di Aceh karena jarak terbang dari Abu Dhabi itu hanya kira-kira 5 jam lebih.

 

Putra Mahkota Abu Dhabi Sebut Emirat Arab Sebagai Rumah Kedua Jokowi

Presiden Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed bin Zayed bertemu di Istana Qasr Al Watan, Abu Dhabi, UEA, Minggu (13/1/2020) malam. (Biro Pers Istana)

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Putra Mahkota Abu Dhabi yang juga Wakil Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Persatuan Emirat Arab (PEA) Mohamed Bin Zayed. Pertemuan digelar di Istana Kepresidenan Qasr Al Watan di Abu Dhabi, PEA, pada Minggu 12 Januari.

Kepada Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed, Jokowi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas dukungan dan bantuan dalam pembangunan masjid dan Islamic Center di Kota Solo, serta pemberian tanah dan gedung bagi Kedutaan Besar Republik Indonesia di PEA.

Sebaliknya, Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed juga menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Jokowi dan delegasi Indonesia. "Selamat datang di rumah kedua," kata Mohamed bin Zayed.

Selama kunjungannya di Indonesia beberapa waktu lalu, Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed merasa terkesan dengan penyambutan di Indonesia. "Bahkan kami meniru apa yang dilakukan di Indonesia, di sini juga kita bertemu dengan anak-anak yang membawa bendera PEA dan Indonesia," ungkap Mohamed Bin Zayed.

Dalam pertemuan itu, Jokowi mengapresiasi kemajuan yang signifikan dalam hubungan kerjasama antara Indonesia dan Persatuan Emirat Arab. "PEA akan tetap menjadi salah satu mitra penting kerja sama ekonomi Idonesia, terutama di bidang investasi," ucap Jokowi.

Sementara itu, Mohamed Bin Zayed mengatakan bahwa hubungan kedua negara masih dapat ditingkatkan. "Kita dapat memulai era baru dengan hubungan kedua negara yang lebih erat," katanya.

Jokowi dan Putra Mahkota Mohamed Bin Zayed juga menyaksikan pertukaran 16 perjanjian kerja sama antara delegasi Indonesia dan PEA. "Saya sangat sambut baik, hari ini 16 perjanjian kerja sama dapat dilakukan," kata Jokowi.

Adapun perjanjian kerja sama tersebut terdiri atas 5 perjanjian, yaitu perjanjian antar pemerintah di bidang keagamaan, pendidikan, pertanian, kesehatan, dan penanggulangan terorisme.

Selain itu, terdapat pula 11 perjanjian bisnis antara lain di bidang energi, migas, petrokimia, pelabuhan, telekomunikasi, dan riset dengan estimasi total nilai investasi sebesar US$ 22,89 miliar atau sekitar 314,9 triliun rupiah.