Jokowi Minta Slot Penerbangan Nataru Ditambah, Ini Kata Lion Air

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menginstruksikan untuk menambah slot penerbangan guna mengantisipasi lonjakan turis pada musim Nataru (Natal 2022 dan Tahun Baru 2023). Menanggapi permintaan tersebut, maskapai Lion Air Group masih membaca situasi pasar terhadap demand penerbangan.

Presiden Direktur Lion Air Group Daniel Putu Kuncoro Adi mengatakan, pihaknya masih melihat permintaan pasar, apakah ada pertumbuhan atau tidak.

"Kalau bertumbuh kita pasti akan tambah. Sekarang sudah ditambah di Natal, nanti tunggu di Tahun Baru. Dari segi reservasi juga cukup baik. Nanti kita tambah slotnya sesuai dengan kebutuhan market," kata Daniel di Jakarta, Rabu (28/12).

Daniel menilai, Lion Air Group baik dari sisi armada maupun awak pesawat sudah lebih dari siap mengakomodasi penambahan slot penerbangan Nataru. Tinggal bagaimana permintaan pasarnya saja. "Semua tergantung sama marketnya. kalau marketnya enggak ada, ya kita enggak nambah. Kalau marketnya memang naik, ya kita akan siap lah," ujar Daniel.

Sebelumnya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno menyampaikan, Jokowi telah menginstruksikan jajarannya untuk menambah slot penerbangan guna mengantisipasi lonjakan turis domestik dan mancanegara pada musim liburan Natal 2022 dan Tahun Baru 2023.

"Pencarian dari kegiatan wisata di Indonesia ini sudah di atas 2,8 miliar dan mengungguli Thailand, Vietnam, maupun Malaysia. Perlu ditambah slot penerbangan, sehingga akan lebih banyak ketersediaan kursi," kata Menparekraf Sandiaga Uno setelah rapat di Istana Kepresidenan beberapa waktu lalu.

Pemerintah, masih melakukan monitoring atau pengawasan dalam sepekan ke depan untuk melihat perkembangan kunjungan wisatawan pada libur Natal dan Tahun Baru. Dia memproyeksikan jumlah pergerakan wisatawan Nusantara akan mencapai 800 juta pergerakan hingga akhir tahun atau melebihi target pemerintah yang sebesar 703 juta pergerakan.

Sedangkan untuk wisatawan mancanegara, pemerintah memproyeksikan akan terjadi 5,3 juta pergerakan dari target 3,6 juta pergerakan.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com [azz]