Jokowi Naik Gerobak Pantau Banjir Bundaran HI  

TEMPO.CO, Jakarta - Banjir di Jakarta Pusat membuat Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo harus menumpang gerobak untuk mencapai Bundaran Hotel Indonesia. Kedatangan Jokowi, sapaan akrab Joko Widodo, adalah untuk memantau kondisi banjir di  Jalan Thamrin dan Tugu Selamat Datang. Dari atas gerobak, Jokowi memberikan sejumlah pernyataan kepada wartawan yang mengerubunginya.

Sejak pagi, Bundaran Hotel Indonesia digenangi air setinggi 50 sentimeter. Banjir yang lumayan tinggi membuat landmark Kota Jakarta itu menjadi kolam raksasa. Kantor Jokowi juga tergenang air pagi tadi. Air setinggi 30 sentimeter  membuat Jokowi tidak dapat masuk Gedung Balai Kota dari pintu depan. Jokowi harus memutar dari pintu Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Jakarta. Di dalam ruangan, Jokowi sempat bekerja dalam kegelapan. Sebab, panel listrik dimatikan untuk menghindari korsleting.

Bukan hanya jalan protokol dan Balai Kota saja yang terendam air. Istana Negara pun tak luput dari banjir. Air setinggi 30 sentimeter memaksa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menggulung celana hingga selutut.  Seharusnya siang ini, Presiden SBY dan Menteri Marty menjamu Presiden Argentina Cristina Fernandez de Kirchner. Namun, pertemuan itu ditunda gara-gara banjir.

CORNILA DESYANA | DIMAS SIREGAR

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.