Jokowi: Nikel Dalam 4 Tahun Akan Berubah Jadi Baterai Mobil Listrik

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh pihak agar menggunakan momentum krisis pandemi Covid-19 untuk mempercepat transformasi ekonomi nasional. Menurut dia, Indonesia harus mampu mengubah ketergantungan ekonomi dari sektor konsumsi ke sektor produksi.

Salah satu contohnya transformasi di sektor industri telah dilakukan dengan hilirisasi komoditas nikel yang akan diolah menjadi komoditas jadi bernilai tambah yakni baterai litium (lithium battery).

“Semua komoditas yang ada kita dorong untuk hilirisasi, untuk industrialisasi, misalnya nikel dalam 3 sampai 4 tahun akan berubah menjadi barang jadi, lithium baterai, baterai listrik, baterai mobil listrik,” ujarnya dalam kongres Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Jakarta, Selasa (31/8).

Presiden Jokowi juga meminta komoditas tambang seperti bauksit dan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit harus diolah untuk menghasilkan barang bernilai tambah. Kemudian juga mendorong percepatan transformasi di sektor pertanian yang menyentuh aspek hulu hingga hilir.

"Nilai tambah komoditas pertanian pascapanen harus ditingkatkan, serta aspek pemasaran diperluas dengan menjalin kemitraan dengan industri,” katanya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Butuh Sinergi

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden RI)
Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). (Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden RI)

Mantan Gubernur DKI tersebut meminta, sinergi dari seluruh pihak adalah kunci upaya transformasi ekonomi nasional. Sinergi antara berbagai pihak sangat dibutuhkan karena tantangan transformasi ekonomi sangat kompleks.

“Saya berharap kongres ini melahirkan gagasan dan pemikiran maju yang akan membawa bangsa kita melalui masa sulit ini,” tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel