Jokowi: Normalisasi Sungai Tunggu APBD

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo mengatakan, pihaknya masih terhambat untuk melakukan normalisasi sungai yang melintas dan membelah Jakarta.

"Ini (normalisasi) menunggu APBD-nya dulu," ujar pria yang akrab disapa Jokowi ibi di Kelurahan Rawajati, Jakarta Selatan, Rabu (16/1/2013).

Padahal, rencana melakukan normalisasi sungai di Jakarta, yang menjadi penyebab utama banjir ini ingin cepat diselesaikan pada tahun 2013 ini.

"Ini kan yang akan kami lakukan secara cepat pada tahun ini, normalisasi dan pengerukan kali," tutur Jokowi.

Diberitakan sebelumnya, Pemrov DKI dan DPRD masih membahas RAPBD setelah pembahasan Kebijakan Umum Anggaran Plafon Pendapatan Anggaran Sementara (KUA PPAS) selesai bulan lalu.

"Jadi pengesahan akan mundur lagi karena harus diubah," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Triwisaksana di Gedung DPRD Jakarta, Kamis (10/1).

Apalagi, Sisa Lebih Penggunaan Anggaran (Silpa) pada APBD tahun 2012 lebih dari perkiraan sebelumnya, dari Rp 5,2 triliun menjadi Rp 9,2 triliun. Ada tambahan sekitar Rp 3,1 triliun. Sedangkan Silpa pada APBD 2013 diperkirakan Rp 900 miliar.

Dengan adanya perubahan besaran Silpa yang akan dimasukkan dalam RAPBD 2013, maka akan mengubah KUA-PPAS. Karena itu, pengesahan APBD 2013 dipastikan molor lebih lama lagi.

Sementara Pemprov DKI belum menyerahkan kembali perubahan kepada DPRD DKI Jakarta. Dengan adanya perubahan Silpa tersebut, maka total alokasi anggaran dalam RAPBD DKI 2013 bisa mencapai Rp 49,9 triliun dari yang sebelumnya Rp 46,86 triliun.

Sedangkan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo (Jokowi) mengakui ada penambahan besaran Silpa 2012. Rencananya Silpa tersebut akan digunakan untuk program prioritas dalam menyelesaikan masalah banjir, macet, dan penambahan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

"Ya struktur APBD DKI 2013 bisa berubah. Untuk KUA-PPAS 2013 bukan berubah, tetapi mengalami penambahan program yang dianggarkan melalui Silpa," ujarnya.

Klik:

  • Jokowi Sumbangkan Beras dan Buku Tulis untuk ...
  • Buruh Tuntut Kapolres Bekasi Kabupaten Dicopo...
  • Pedagang Pasar Mester Rugi Puluhan Juta Rupia...
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.