Jokowi Ogah Ribet RTRW Tunnel Pengendali Banjir  

TEMPO.CO, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo tiba-tiba saja mengeluarkan ide untuk membuat terowongan pengendali banjir di Jakarta. Proyek bernama terowongan multiguna atau multi purpose deep tunnel itu memang muncul dadakan sehingga belum dimasukkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Jakarta 2010-2030.

Jokowi tidak ingin hal itu malah dibikin rumit. "Kalau belum (masuk) RTRW ya tinggal dimasukkan," kata Jokowi di Jakarta, Ahad, 30 Desember 2012. (Lihat foto-foto Jokowi masuk gorong-gorong)

Menurut dia, hal yang sifatnya solusi untuk Jakarta tidak boleh terhalang hanya karena masalah administratif seperti belum masuk ke RTRW 2010-2030. "Dari dulu sampai sekarang problem kita soal perencanaan tetapi enggak pernah dieksekusi. Ini mau dieksekusi, ya hanya masalah begitu saja diributkan," kata Jokowi sambil tertawa.

Dia meyakinkan bahwa proyek deep tunnel pasti akan dibangun pada masa pemerintahannya. Jokowi tidak ingin menunggu lebih lama lagi seperti dua proyek yang lama diputuskan, mass rapid transit (MRT) dan monorel.

Kajian-kajian pun, menurut dia, sudah ada di Kementerian Pekerjaan Umum. Sehingga tidak memerlukan studi kelayakan. Pengerjaan proyek bisa dimulai dengan mengadakan detailed engineering design (DED). "DED bisa langsung dilaksanakan. DED bisa yang melakukan pemrakarsa," katanya.

Jokowi mengatakan ia belum sowan ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah untuk membicarakan proyek senilai Rp 16,4 triliun itu. Lalu bagaimana dengan investornya? Menurutnya, "Yang terbaik yang kami ambil."

SUTJI DECILYA

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.