Jokowi Pantau Vaksinasi Massal Nakes di Istora Senayan

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Jokowi meninjau langsung pelaksanaan vaksinasi secara massal di Istora Senayan, kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta. Ditemani Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, vaksinasi bagi tenaga kesehatan itu rencananya akan diikuti 6 ribu peserta.

Pantauan VIVA, Kamis 4 Februari 2021, vaksinasi bagi tenaga kesehatan di Istora ini adalah dosis pertama bagi mereka.

Presiden memantau langsung beberapa meja secara bergilir, tempat vaksinator dan para tenaga kesehatan akan melakukan suntik vaksin.

Polisi sendiri, seperti diberitakan sebelumnya, telah menerjunkan dua kompi personel guna mengawal kegiatan vaksinasi massal di Istora Senayan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis 4 Februari 2021. Polisi mengklaim kegiatan vaksinasi berjalan lancar.

"Pasukan dua kompi, berjalan lancar," kata Kapolsek Metro Tanah Abang, Komisaris Polisi Singgih Hermawan kepada wartawan, Kamis 4 Februari 2021.

Singgih juga menegaskan bahwa pelaksanaan vaksinasi di sana sudah sesuai dengan protokol kesehatan pencegahan virus COVID-19. Vaksinasi massal di sana diketahui khusus bagi tenaga kesehatan alias nakes. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut dari penerimaan vaksin buatan Sinovac yang diberikan oleh Pemerintah Pusat.

“Sesuai prokes (protokol kesehatan)," katanya.

Sekadar diketahui, vaksin COVID-19 CoronaVac dari Sinovac tahap ke-empat tiba di Bandara Soekarno Hatta hari Selasa malam, 2 Februari 2021. Vaksin tersebut berjumlah 10 juta vaksin ditambah 1 juta vaksin untuk overfilled dalam bentuk bulk. Sehingga sampai saat ini total vaksin yang telah diterima Indonesia adalah sejumlah 28 juta vaksin.

“Kedatangan vaksin tahap keempat ini menjadi kelanjutan kedatangan tahap pertama dan kedua pada Desember 2020 sebanyak total 3 juta vaksin jadi dari Sinovac dan tahap ketiga dalam bentuk bulk sebanyak 15 juta vaksin pada 12 Januari 2021.” kata Sekjen Kementerian Kesehatan RI drg. Oscar Primadi, MPH dalam keterangan persnya.

Baca juga: Erick Thohir Ungkap Bisikan Jokowi soal Bank Syariah Indonesia