Jokowi Pastikan Indonesia Mampu Kendalikan Krisis Kesehatan dan Ekonomi

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengklaim bahwa Indonesia temasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis sekaligus yaitu kesehatan dan ekonomi. Dia mengatakan saat ini terdapat 215 negara yang mengalami krisis kesehatan dan juga ekonomi dan Indonesia menjadi salah satunya.

"Kita bersyukur, Indonesia termasuk negara yang bisa mengendalikan dua krisis tersebut dengan baik," kata Jokowi saat memberikan sambutan di Sidang MPL PGI 2021 dalam siaran telekonference, Senin (25/1/2021).

Walaupun begitu dia mengatakan permasalahan krisis belum juga selesai. Sebab pandemi masih berlangsung dan Indonesia pada awal tahun juga alami beberapa musibah. Mulai dari longsong, hingga gempa.

"Pandemi masih berlangsung dan kita masih selalu waspada dan siaga. Beberapa hari yang lalu, Kalimantan Selatan diterpa banjir yang melanda beberapa kabupaten dan kota, tanah longsor di Sumedang, kecelakaan Sriwijaya Air, dan juga gempa di Sulawesi Barat di Mamuju dan Majene," ungkap Jokowi.

Dia mengatakan seluruh pihak telah mempersipkan berbagai hal untuk menangani bencana tersebut. Yaitu dengan bekerja keras untuk mengurangi bencana resiko serta waspada.

"Semua bencana ini harus kita hadapi dengan tegar dan penuh kesiagaan," kata Jokowi.

Dia pun memberikan apresiasi pada PGI karena sudah membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak panemi. Serta bisa bekerja sama dengan elemen bangsa.

"Penghargaan yang setinggi-tingginya kepada keluarga besar PGI di semua tingkatan yang telah membantu meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak pandemi dan bencana, dan juga bergerak bersama-sama dengan elemen bangsa yang lainnya," ungkap Jokowi.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

Jokowi Ungkap Sejumlah Industri yang Bisa Bertahan di Masa Pandemi Covid-19

Petugas mengecek suhu tubuh pengunjung di pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Mulai 16 Juni 2020, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Depok kembali beroperasi selama masa PSBB proporsional, namun tetap dengan memerhatikan protokol kesehatan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)
Petugas mengecek suhu tubuh pengunjung di pusat perbelanjaan di Depok, Jawa Barat, Rabu (17/6/2020). Mulai 16 Juni 2020, sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Depok kembali beroperasi selama masa PSBB proporsional, namun tetap dengan memerhatikan protokol kesehatan. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi melihat ada sejumlah industri yang akan tetap bertahan di tengah situasi krisis akibat pandemi virus corona (Covid-19). Dia menilai industri-industri harus dikembangkan, khususnya di masa pandemi.

"Kalau ada yang bertanya industri apa sih yang akan bertahan dalam covid ini, saya melihat dan ini perlu kita terus kembangkan. Satu pangan, yang kedua farmasi dan rumah sakit. Ketiga teknologi, jasa keuangan, dan pendidikan," jelas Jokowi saat memberikan sambutan secara virtual dalam acara Pembukaan Kompas100 CEO Forum, Kamis (21/1/2021).

Kendati begitu, dia menyayangkan Indonesia hingga kini masih mengimpor bahan pangan. Padahal, Indonesia memiliki lahan dan sumber daya yang memadai untuk mencukupi kebutuhan bahan pangan.

"Substitusi barang-barang impor ini harus segera diselesaikan, urusan gula yang masih impor jutaan padahal kita memiliki lahan, kita memiliki resource semuanya," katanya.

"Kedelai, kita juga memiliki lahan yang sangat luas. Jagung yang masih impor jutaan ton masih harus diselesaikan," sambung Jokowi.

Selain itu, Indonesia juga masih mengimpor bawang putih karena produsen dalam negeri kalah saing dengan produk asing. Jokowi pun mengajak para pengusaha untuk berkolabarasi dengan para petani untuk membenahi masalah tersebut.

"Sehingga komoditi-komoditi yang tadi saya sampaikan itu bisa kita selesaikan. Farmasi kita melihat juga hampir 80-85 persen kitanya masih impor. Kenapa enggak dilakukan di Indonesia?," ujar dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: