Jokowi Pastikan Kebutuhan Pengungsi Banjir Bandang NTT Tercukupi

Agus Rahmat, Eduward Ambarita
·Bacaan 2 menit

VIVAPresiden Joko Widodo, memulai kegiatannya meninjau korban banjir bandang di Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan mengujungi Desa Amakaka, Kecamatan Ile Ape, Lembata.

Di sini, merupakan salah satu lokasi yang terdampak bencana yang disebabkan oleh siklon tropis Seroja. Dalam kesempatan itu, Presiden Jokowi memantau langsung lokasi banjir bandang yang menyebabkan banyak korban meninggal dan rumah warga tersapu oleh derasnya banjir bandang tersebut.

"Siang hari ini saya berada di Desa Amakaka di mana bencana banjir bandang yang ada di Kabupaten Lembata ini korbannya paling banyak," ujar Presiden di lokasi bencana, Jumat 9 April 2021.

Baca juga: Jokowi Salat Jumat dengan Khusyuk di Masjid Babul Jannah Lembata

Jokowi juga menyampaikan, atas nama pribadi dan mewakili pemerintah, turut belasungkawa kepada para korban. Kepala Negara mendoakan, agar arwah mereka yang menjadi korban diterima di sisi Tuhan dan diberikan tempat terbaik.

"Saya, secara pribadi dan mewakili pemerintah, mengucapkan duka yang mendalam atas korban yang ada. Semoga arwahnya diterima di sisi Tuhan, diberikan tempat yang terbaik, dan yang ditinggalkan diberikan keikhlasan dan kesabaran," ucapnya.

Jokowi sempat mengunjungi warga setempat yang kini tengah berada di lokasi pengungsian di Kantor Kecamatan Ile Ape. Di sana, Jokowi dan para pejabat dengan rombongan terbatas menemui para pengungsi dan ingin memastikan bahwa segala kebutuhan warga telah tercukupi.

Presiden juga mendengarkan sejumlah keluhan masyarakat setempat, yang nantinya akan ditindaklanjuti selama proses penanganan.

"Untuk pengungsian juga sudah dipastikan untuk logistiknya cukup. Hanya tadi ada dari masyarakat menyampaikan bahwa BBM-nya mahal. Saya terima (masukannya)," tuturnya.

Melalui kunjungan dan peninjauan ini, Presiden Joko Widodo telah berbicara dengan Gubernur NTT Viktor Laiskodat dan Bupati Lembata Eliaser Yentji Sunur mengenai penanganan dan pemulihan pascabencana di wilayah setempat.

Atas persetujuan masyarakat, warga di lokasi terdampak bencana ini nantinya akan direlokasi di mana proses pembangunannya akan segera dilakukan secepat-cepatnya.

Selain itu, Jokowi juga telah memerintahkan agar proses pencarian di tengah medan yang terbilang sulit untuk tetap dilakukan. Dengan mengerahkan alat-alat berat untuk mencari warga yang masih belum ditemukan.

"Sampai siang hari ini, total korban di Nusa Tenggara Timur ada 163 yang meninggal dan masih dalam pencarian 45 orang," kata Jokowi.

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, sebelumnya pun telah menetapkan status tanggap darurat penanganan bencana banjir bandang, longsor, dan gelombang pasang yang terjadi di wilayahnya.

Status tersebut ditetapkan terhitung mulai tanggal 4 hingga 17 April 2021 mendatang untuk mempercepat proses pemulihan wilayah setempat selepas bencana.

Mendampingi Presiden dalam peninjauan di antaranya ialah Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala BNPB Doni Monardo dan Kepala Basarnas Henri Alfiandi.

Di saat peninjauan, Jokowi diketahui langsung menunaikan ibadah Salat Jumat bersama warga. Salat Jumat Presiden berada di Masjid Babul Jannah yang berlokasi masih desa Amakaka.