Jokowi: Pembangunan Stadion BMW Tunggu Sertifikat BPN

Jakarta (ANTARA) - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) mengatakan rencana pembangunan Stadion BMW di Jalan RE Martadinata, Jakarta Utara, sedang dalam tahap sertifikasi dari Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Stadion BMW dibangun tahun ini. `Detailed engineering design` (DED)-nya sudah ada. Sekarang dalam proses sertifikasi dari BPN. Kalau sertifikatnya sudah keluar, pembangunan bisa dimulai," kata Jokowi di Jakarta, Jumat.

Terkait nasib warga yang tinggal di lahan yang akan dijadikan stadion tersebut, Jokowi menuturkan akan ada solusinya setelah menerima sertifikat dari BPN.

"Kita akan cari solusinya kalau sertifikat dari BPN sudah keluar. Solusinya nanti mungkin bisa berupa rumah susun (rusun) yang tidak jauh dari lokasi stadion itu. Pokoknya, kita tunggu saja dulu sertifikatnya," ujar Jokowi.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Olah Raga dan Pemuda DKI Jakarta Ratiyono menambahkan setelah BPN mengeluarkan sertifikat tersebut, maka akan dilanjutkan dengan proses pelelangan.

"Kita akan adakan lelang untuk proyek pembangunan Stadion BMW. Lelang itu akan diumumkan setelah sertifikat BPN keluar dan dokumen-dokumen lain sudah lengkap," ungkap Ratiyono.

Oleh karena itu, Ratiyono berharap agar proses sertifikasi oleh BPN dapat berlangsung secepat mungkin, sehingga pembangunan stadion juga bisa segera dimulai.

Menurut Ratiyono, nantinya Stadion BMW memiliki total area seluas 26 hektar dengan kapasitas daya tampung hingga 50.000 penonton. Selain itu, juga akan dilengkapi dengan hutan kota, lahan parkir, dua lapangan latihan sepak bola dan fasilitas olahraga air. (tp)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.