Jokowi: Pemerintah Kalau Tidak Urus UMKM, Keliru besar

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan pentingnya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi perekonomian negara. Menurutnya keliru jika pemerintah tidak mengurus UMKM.

"Pemerintah kalau enggak ngurus UMKM keliru, salah besar. Karena kontribusi terhadap ekonomi nasional 61 persen," kata Jokowi dalam acara pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) untuk pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan 2022 di Jakarta, Rabu (13/6).

Maka dari itu, Jokowi ingin UMKM memiliki izin berusaha yang bisa didapat dengan mudah. Dia menyebut, dari data 2021 ada 65,4 juta UMKM yang berkontribusi terhadap perekonomian RI.

"Ini adalah kunci pertama kita dalam berusaha, izin harus. Karena kita memiliki 65,4 juta UMKM. Sekali lagi 65,4 juta UMKM ini data per 2021. Dan kontribusi terhadap perekonomian kita, PDB kita sangat besar sekali, 61 persen besar sekali," jelasnya.

Menurut Kepala Negara, penyerapan tenaga kerja terbesar justru ada di UMKM sebesar 97 persen. Bukan di perusahaan-perusahaan besar.

"Ini perlu dicatat, penyerapan tenaga kerja ini bukan di perusahaan-perusahaan besar,
bukan di perusahaan-perusahaan besar tapi di perusahaan-perusahaan mikro, kecil, dan menengah," pungkasnya. [rnd]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel