Jokowi Perintahkan BKKBN: Pegang Kendali Pencegahan Stunting

Fikri Halim, Eduward Ambarita
·Bacaan 1 menit

VIVAPresiden Joko Widodo menaruh harapan besar terhadap Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional atau BKKBN. Menurut Jokowi, lembaga ini bukan sekadar mengurusi masalah kependudukan.

Kepala Negara pun menunjuk Kepala BKKBN Hasto Wardoyo memimpin program penurunan angka gagalnya pertumbuhan pada anak atau stunting sebagai ketua pelaksana.

"BKKBN memegang kendali pencegahan stunting mulai saat ini," kata Jokowi saat membuka rapat Koordinasi Nasional Kemitraan Program Bangga Kencana di Istana Negara, Jakarta, Kamis 28 Januari 2021.

Baca juga: KSAD dan Luhut Kenang saat Jadi Anak Buah Wismoyo Arismunandar

Jokowi menyebut, seluruh kementerian dan lembaga yang berkaitan dengan program penurunan stunting mesti berkoordinasi dengan BKKBN. Kepala Negara juga mematok target angka prevalensi stunting turun menjadi 14 persen pada 2024. Hal itu pun sebelumnya disampaikan saat rapat terbatas, kemarin.

"Semua akan terdesain. Dan ini menjadi tugas bapak ibu semua karena persoalan stunting harus mendapat perhatian serius," ujarnya.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu mengakui target tersebut bukan target yang enteng. “Tapi kalau kerja serius, lapangan dikuasai, bekerja sama, berkolaborasi, saya kira penurunan stunting bisa dilakukan secara signifikan," sambung Presiden.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengapresiasi BKKBN lewat penyuluh Keluarga Berencana yang sudah bekerja masuk hingga kampung-kampung. Ia mengingatkan bahwa bonus demografi Indonesia didominasi kaum muda.

Maka tugas BKKBN, kata Jokowi, adalah memastikan mayoritas penduduk Indonesia terutama keluarga-keluarga muda yang sehat, berkualitas dan produktif. Karena di tangan keluarga mudalah lahir bayi-bayi atau generasi selanjutnya penerus bangsa.

"Ini yang harus semua kita tahu dan disiapkan betul," kata Jokowi.