Jokowi Perintahkan Panglima TNI Tuntaskan Kasus Pembunuhan 4 Warga Nduga di Mimika

Merdeka.com - Merdeka.com - Presiden Jokowi telah memerintahkan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa untuk menuntaskan kasus pembunuhan dan mutilasi di Kabupaten Mimika, Papua.

"Saya telah memerintah Panglima TNI untuk membantu proses hukum yang telah dilakukan kepolisian juga dibackup TNI," kata Presiden Jokowi, kepada awak media, saat berkunjung ke GOR Toware Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (31/8).

Jokowi menegaskan, kasus di Timika itu harus diusut tuntas dengan seadil-adilnya. Ini harus dilakukan TNI sehingga kepercayaan kepada institusi pertahanan negara itu tetap terjaga.

"Proses hukum harus berjalan. Sehingga kepercayaan masyarakat terhadap TNI tidak pudar. Yang paling penting diusut tuntas dan proses hukum," tegas Jokowi, saat berkunjung ke Jayapura.

Terkait kasus tersebut, polisi sendiri telah menyatakan 10 orang menjadi pelaku pembunuhan dan mutilasi 4 warga Kabupaten Nduga di Timika.

Direktur Reskrimum Polda Papua, Kombes Pol Faizal Ramadhani, mengesankan, bahwa 9 orang sudah ditangkap, dan sementara satu lainnya berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO).

10 orang pelaku terdiri dari 4 warga sipil berinisial APL, DU, RF dan RY.

Sedangkan 6 lainnya adalah oknum prajurit TNI AD, yakni Mayor (Inf) HFD, Kapten DK, Pratu PR, Pratu ROM, Pratu RAS dan Pratu RP. Satu dari 10 pelaku masih dalam pencarian, yakni RY.

Sementara itu Komandan Daerah Militer (Kodam) XVII/ Cenderawasih, Mayjen TNI Teguh Muji Angkasa, juga menyatakan, bahwa pihaknya akan melakukan pemeriksaan investigasi terhadap 6 prajurit TNI AD yang terkait dengan kasus tersebut.

Keenam prajurit TNI AD itu diduga yang terlibat pembunuhan dengan disertai mutilasi berkedok jual beli senjata.

“Sudah ada perintah kepada kami untuk melakukan pemeriksaan investigatif terhadap kejadian tersebut,” ujar Pangdam XVII/ Cenderawasih.

Dalam kasus ini, Teguh menuturkan pihaknya juga bekerja sama dengan Polda Papua untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi.

“Tentunya, kami terus bekerja sama dengan pihak Polda di lapangan untuk mengungkap fakta-fakta yang terjadi sebenarnya dan kami angkatan darat berkomitmen dalam hal ini adalah hukum harus ditegakkan,” tutur Teguh Muji Angkasa. [ded]