Jokowi: Peristiwa Solo Ganggu Pencalonan Gubernur DKI

Jakarta (ANTARA) - Calon gubernur DKI Jakarta, yang juga Walikota Solo, Joko Widodo mengaku rentetan peristiwa di Solo akhir-akhir ini mengganggu sejumlah kegiatannya menjelang pemungutan suara pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta putaran kedua.

"Kejadian di Solo tentu membuat saya tambah pusing karena harus bolak-balik (Solo-Jakarta) dan menjadi semakin kurus," kata pria yang akrab disapa Jokowi tersebut, di Jakarta, Minggu.

Meskipun serangkaian peristiwa, yang kemudian disebut Pemerintah sebagai aksi terorisme, mengganggu kegiatannya, Jokowi enggan menuding aksi tersebut terkait dengan pencalonannya sebagai cagub DKI Jakarta.

"Saya serahkan kepada aparat. Saya tidak mau berprasangka apakah itu terkait atau tidak. Yang pasti itu mengganggu," katanya.

Kota Solo dilanda serangkaian peristiwa meresahkan masyarakat

, dimulai pada penembakan pos polisi Gemblegan pada 17 Agustus, bertepatan dengan perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-67, yang melukai dua perwira polisi.

Sehari kemudian, saat malam takbiran pada 18 Agustus, sebuah granat sengaja dilemparkan ke arah pos pengamanan (Pospam) Gladak

sekira pukul 23.32 oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sebuah sepeda motor.

Puncak insiden terorisme itu terjadi pada Kamis malam (31/8), ketika sebuah pos Polisi di Singosaren diberondong tembakan oleh dua orang tak dikenal yang mengendarai sebuah motor. Dalam insiden tersebut, seorang anggota Polisi Bripka Dwi Data Subekti tewas dengan luka tembak di dada dan tangan.

Polri telah mengidentifikasi keterlibatan sejumlah jaringan terorisme dalam peristiwa tersebut, hingga pada Jumat malam (31/8), pasukan Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap tiga orang yang diduga teroris di Kampung Tipes, Kecamatan Serengan, Solo.

Dua dari tiga pelaku tewas dalam baku tembak saat penangkapan, sementara satu orang lagi terluka. Dalam penangkapan tersebut, seorang anggota Densus 88 juga tewas tertembak.

Sebelumnya, ketiga terduga teroris itu telah diikuti oleh petugas sejak dari Terminal Bis Tirtonadi hingga Jalan Veteran, Kampung Tipes, yang berjarak sekitar lima kilometer.(ar)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.