Jokowi Pernah Mengelabui Vooridjernya Sendiri

Mungkinkah Jokowi Menjaga Trah Soekarno dan Jadi Capres dari PDI Perjuangan?

Laporan Wartawan Tribunnews.com Nicolas Timothy

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, selalu memiliki pengalaman menarik ketika blusukan di seantero wilayah ibu kota.

Kali ini, ketika didaulat menjadi pembicara dalam Diskusi Kepemimpinan Sespim Polri di Gedung Biro Ops Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/7/2013), Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi ini menceritakan dirinya pernah mengelabui vooridjer-nya sendiri.

"Sebenarnya, kalau ada vooridjer itu mengganggu pengguna jalan lainnya. Makanya, saya lebih senang kalau tidak dikawal," ujar Joko Widodo.

Namun, apa daya, Jokowi megaku tak bisa menolak fasilitas mobil pengawalan tersebut karena terdapat peraturan perundang-undangan yang mengatur pejabat negara atau daerah diberi pengawalan saat berada di jalan raya.

"Tapi memang aturan itu harus menggunakan pengawalan. Apalagi di Jakarta dengan tingkat kemacetan yang ada. Tanpa Vorridjer, sampai tujuan bisa berjam-jam," ucap Jokowi.

Meski begitu, Jokowi memunyai banyak akal untuk lepas dari si pengawal yang merupakan anggota Dinas Perhubungan DKI Jakarta.

"Saat itu, saya dari Jakarta Pusat ke Jakarta Barat. Lalu, saya baru tahu ketika melintasi daerah lain, maka pengawalnya diganti sesuai wilayah masing-masing," tuturnya.

Memasuki Jakarta Barat, mantan Walikota Solo ini merasa ada perbedaan pengawal ketika masih melintasi ruas jalan di Jakarta Pusat. Ketika memasuki Jakarta Barat, ia mengaku vooridjer berjalan zig-zag untuk membuka jalan.

"Saya heran, kok yang mengawal di sini jalannya seperti itu. Padahal, tadi di Jakarta Pusat tenang-tenang saja," ucap Jokowi.

Tidak suka melihat kelakuan si pengawal yang berjalan zigzag, Jokowi meminta kepada sang sopir untuk mengecoh si pengawal.

"Saya minta sopir saya untuk belok ke kiri tiba-tiba. Nah, pas belok ke kiri, si pengawal tidak mengetahui kalau saya belok. Paling dia masih jalan zigzag tapi tidak ada yang dikawal," tutur Jokowi disambut tawa peserta diskusi.

Baca Juga:

Susu Anak-anak Kedaluarsa Marak Beredar di Supermarket

PDI Perjuangan Terus Monitoring Elektabilitas Jokowi

Anggaran Komunikasi Jakarta Baru