Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Akan Lebih Rendah dari Kuartal II

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Presiden Joko Widodo atau Jokowi memprediksi pertumbuhan ekonomi kuartal III 2021 akan lebih rendah daripada kuartal sebelumnya. Adapun ekonomi Indonesia mampu tumbuh positif 7,07 persen di kuartal II 2021.

Angka ini patut disyukuri sebab ekonomi Indonesia masih terkontraksi minus 0,74 persen di kuartal I 2021. Sementara itu, inflasi di kuartal II 2021 di angka 1,5 persen.

"Yang kita harapkan ini juga bisa berlanjut di kuartal yang ke-III. Meskipun kita pastikan bahwa pertumbuhan ekonomi di kuartal III akan lebih rendah dari kuartal yang ke-II," jelas Jokowi dalam Pembukaan Sarasehan 100 Ekonom Indonesia secara virtual, Kamis (26/8/2021).

Menurut dia, pandemi Covid-19 yang telah melanda Indonesia setahun lebih berimbas kepada pertumbuhan ekonomi. Untuk itu, Jokowi berharap kasus virus corona dapat terus menurun sebab ekonomi sangat bergantung pada situasi Covid-19.

"Kita berharap dengan penanganan kasus yang turun, turun, turun, kita harapkan juga ekonomi akan kembali tahap demi tahap naik kembali," katanya.

Jokowi pun mengingatkan jajarannya untuk tetap menjaga keseimbangan gas dan rem dalam menangani krisis kesehatan serta ekonomi akibat Covid-19. Dia meyakini ekonomi Indonesia akan pulih kembali apabila situasi Covid-19 membaik.

"Artinya, covid-nya tahap demi tahap bisa kita turunkan, bisa kita kurangi. Sehingga ekonomi tahap demi tahap bisa kembali pulih ke arah normal atau lebih baik lagi," tutur Jokowi.

Dampak Perpanjangan PPKM

Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III tahun ini, diprediksi akan sangat terdampak perpanjangan PPKM level yang kembali diberlakukan pemerintah. Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM Darurat) diperpanjang dari tanggal 17 sampai 30 Agustus 2021.

Dampak masih terjadi meski dalam aturan PPKM diperpanjang menetapkan sektor industri yang berorientasi ekspor sebagai pendongkrak utama pertumbuhan ekonomi, akan menerapkan sistem bekerja dari kantor 100 persen.

Melihat situasi perusahaan industri saat ini memang berbeda pada situasi pandemi di 2020. Saat ini, protokol kesehatan di lingkungan industri lebih ketat. Selain itu sebanyak 70-80 persen karyawan industri yang masuk ke kantor harus divaksin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel